Hasil Peneliti IPB, Ikan Gabus Ternyata Berpotensi sebagai Antioksidan dan Antihipertensi

Sejumlah peneliti Institut Pertanian Bogor mengatakan bahwa ikan gabus alam dan budidaya berpotensi sebagai antioksidan dan antihipertensi.

Hasil Peneliti IPB, Ikan Gabus Ternyata Berpotensi sebagai Antioksidan dan Antihipertensi
Istimewa
Ikan Gabus 

BANGKAPOS.COM - Sejumlah peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Mala Nurilmala dan Dr. Ekowati Chasanah, serta Ayu Ratih Purnamasari dari Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan mengatakan bahwa ikan gabus alam dan budidaya berpotensi sebagai antioksidan dan antihipertensi.

Dalam penelitian mereka yang bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBP4BKP) ini, peneliti menggunakan digunakan ikan gabus alam dan ikan gabus budidaya untuk membandingkan profil protein dan potensinya sebagai antioksidan dan antihipertensi.

“Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak protein kasar ikan gabus alam dan budidaya sebagai antioksidan dan antihipertensi,” ujar Dr. Mala.

Menurutnya, ikan gabus memiliki kandungan protein tinggi. Ikan ini juga termasuk komoditas dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Selain itu, ikan gabus memiliki potensi sebagai biofarmaka karena komponen penyusun protein yang lengkap, mempercepat penyembuhan penyakit infeksi, dan peningkatan kadar albumin penderita hipoalbuminemia, serta anti inflamasi.

Ikan gabus juga mengandung asam lemak seperti Eicosapentaenoic acid (EPA), Docosahexaenoid Acid (DHA) yang berperan dalam menjaga fungsi otak dan retina mata. Di samping itu, ikan gabus juga berpotensi sebagai antihipertensi karena kandungan protein yang dimilikinya, serta mendukung aktivitas antioksidan karena memiliki kandungan mineral seng, tembaga, dan besi di dalam tubuhnya.

“Selama ini, ikan gabus lebih banyak ditangkap langsung dari alam. Namun, saat ini ikan gabus sudah mulai dapat dibudidayakan untuk menjaga keberlanjutan ketersediaannya di alam,” ujarnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi protein ikan gabus budidaya lebih tinggi dibandingkan ikan gabus alam. Aktivitas antioksidan ikan gabus budidaya juga lebih tinggi dibandingkan ikan gabus alam. Ikan gabus budidaya juga memilik nilai penghambatan ACE (untuk uji antihipertensi) yang lebih tinggi dibandingkan ikan gabus alam.

“Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ikan gabus alam dan budidaya memiliki kemampuan sebagai antioksidan walaupun kandungannya masih rendah dan antihipertensi dengan kekuatan sebesar 1:10 dari kekuatan obat antihipertensi komersial kaptopril,” tandasnya.

Editor: Evan
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved