Pria Ponorogo Tunggu Harta Karun Dalam Gentong Ajaib, Isinya Sungguh Mengagetkan

Siswoyo menjanjikan akan membagi harta karun dari gentong itu dengan korban, namun dengan beberapa syarat.

Pria Ponorogo Tunggu Harta Karun Dalam Gentong Ajaib, Isinya Sungguh Mengagetkan
Peta Harta Karun 

Harta ini susah sekali ditemukan karena dianggap dilindungi oleh kekuatan mistik.

Jadi sehebat apa pun mencarinya akan susah dilihat.

Konon pemberian pelindung ini dilakukan agar harta tak digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. 

2. Harta Warisan Tomoyuki Yamashita

Tomoyuki Yamashita adalah seorang Jenderal Jepang yang dieksekusi mati di Filipina.

Ia telah banyak melakukan kejahatan-kejahatan hingga layak dieksekusi.

Sebelum Yamashita dieksekusi, ia ditugaskan untuk membawa emas batangan hasil jarahan saat perang dunia ke-II.

Sayangnya saat Jepang mulai kalah Yamashita menyembunyikannya di gua-gua yang ada di Pulau Jawa.

Harta ini masih belum ditemukan sampai sekarang.

Kemungkinan masih tersembunyi di gua yang belum ditemukan.

Jika harta ini ditemukan maka nilainya akan sangat fantastis, banyak jika dirupiahkan bisa mencapai triliunan rupiah. 

3. Harta Karun Kerajaan Majapahit

Bisa dibilang Majapahit adalah kerajaan paling besar yang pernah ada di Indonesia.

Kerajaan ini memiliki banyak sekali kekayaan hingga saat kerajaan itu runtuh kekayaannya jadi buruan banyak orang.

Kekayaan Kerajaan Majapahit berupa koin emas serta perabotan yang semuanya juga terbuat dari emas.

Kekayaan yang konon sayang besar ini terkubur di beberapa tempat di reruntuhan Kerajaan Majapahit.

Harta terbesar dari Majapahit sampai saat ini masih menjadi misteri.

Beberapa yang ditemukan kini disimpan di beberapa museum 

4. Reruntuhan Flor Do Mar

Kapal Flor Do Mar adalah kapal dari Portugis yang berlayar di sekitar Selat Malaka dengan membawa banyak sekali barang jarahan.

Diperkirakan ada sekitar 60 ton emas beserta berlian dan juga permata.

Sayangnya kapal itu justru karam di Selat Malaka dan hingga sekarang tak ditemukan lagi bangkai kapalnya.

Harta-harta yang ada pada kala ini diperkirakan bernilai hingga 60 miliar dolar.

Sebuah jumlah yang sangat fantastis hingga membuat banyak pemburu harta terobsesi untuk mencari.

Sayangnya pencarian yang dilakukan selalu berakhir dengan kekecewaan.

Seperti yang terjadi pada Robert Max. Pria ini telah menghabiskan Rp 200 miliar untuk misi pencarian yang gagal ini. 

5. Harta Karun Kerajaan Sriwijaya

Pada tahun 2009 lalu, sebongkah patung emas dengan nilai Rp 4 miliar ditemukan di Sungai Musi.

Akibatnya, banyak warga mulai ikut-ikutan mencari harta yang konon berasal dari Kerajaan Sriwijaya yang sangat termasyhur di masa lalu.

Konon sungai ini menyimpan banyak sekali harta yang sengaja dibuang atau terbuang di masa lalu.

Bahkan Pemerintah Kota Palembang mulai melakukan kerja sama dengan perusahaan swasta untuk melakukan eksplorasi.

Sayangnya selama pencarian dilakukan tak ada harta karun yang ditemukan.

Padahal jika harta-harta itu ditemukan, benda peninggalan itu akan sangat berguna sebagai set daerah.

6.Harta Karun VOC di Pulau Onrust

 Saat anda sedang liburan ke kepulauan Seribu, mungkin sempatkan untuk mampir ke Pulau Onrust. Inilah pulau yang digunakan Belanda untuk benteng pertahanan, dan juga sebagai tempat menyimpan harta hasil jarahan VOC berupa emas dan perhiasan selama 3,5 abad menjajah Indonesia.

Banyak rumor yang beredar juga mengatakan adanya terowongan bawah laut dan ruang bawah tanah di pulau ini, meski belum terungkap.

7.Harta Karun Belanda di Gunung Salak

 Selain cerita mistisnya, Gunung Salak juga dikabarkan menyimpan harta karun Belanda. Dulu, saudagar dan pasukan Belanda ketakutan kalau harta mereka dirampas tentara Jepang yang masuk ke Indonesia pada tahun 1942.

Agar hartanya tidak diambil, mereka menguburkan harta tersebut di Gunung Salak, dan lalu membuat peta penunjuk arah untuk menemukan harta itu kembali saat mereka datang lagi ke Indonesia.

Namun ketika Jepang sudah menyerah kalah, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya yang membuat serdadu Belanda tidak bisa masuk lagi ke Indonesia.

Sampai saat ini, harta itu masih tertimbun dan belum ditemukan.

8.Harta Karun Hindu Kuno

 Gunung-gunung yang dikabarkan memendam harta karun di Jawa Tengah adalah Gunung Payung, Gunung Rong dan Gunung Merbabu.

Di tahun 2004-2005, seorang warga pernah menemukan prasasti yang kemudian diketahui berasal dari tahun 612 M, jamannya Hindu kuno.

Benda-benda seperti koin kuno, cincin tembaga atau sendok garpu kuno juga ditemukan di aliran Sungai Mbanjar yang berhulu di Gunung Payung tersebut.

Apakah penemuan ini hanya sebagian kecil dari besarnya harta karun peninggalan kerajaan kuno?

9.Perairan Pulau Bangka dan Belitung

 Wilayah ini adalah titik sasaran pemburuan harta karun dikarenakan banyaknya kapal yang karam sejak zaman kerajaan-kerajaan dahulu kala.

Apalagi wilayah ini sejak lama merupakan jalur pelayaran internasional yang ramai.

Menurut sebuah catatan kuno, ada sekitar 30.000 kapal yang tenggelam dan karam di perairan ini.

Dan ini bukanlah bualan semata, banyak harta karun telah ditemukan dan setidaknya ada dua orang yang sudah divonis karena mencuri harta karun tersebut.

Masih ada banyak lagi harta karun di dalam kapal karam di dasar laut tersebut menunggu untuk anda temukan.

10.Harta Karun Singosari

Sempat beredar kabar burung akan adanya harta karun tersembunyi di Malang yang merupakan peninggalan kerajaan Singosari.

Seperti yang kita dapat dari pelajaran Sejarah di SMP, kerajaan Singosari merupakan kerajaan terbesar yang pernah ada di Nusantara, jauh lebih besar daripada kerajaan Majapahit.

Di Malang lah tempat ditemukan daun emas yang konon berasal dari jaman Singosari. Berbeda dengan yang lain, harta karun ini bernuansa mistis karena dijaga oleh ribuan prajurit kasat mata.

Jika anda ingin mencoba menemukan harta karun ini, pastikan anda membawa seekor anjing hitam legam untuk mengendus dan membongkar tanah, seperti yang disarankan oleh Kepala Prajurit Singosari tersebut. Anda percaya?(*)

Editor: teddymalaka
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved