Rabu, 8 April 2026

Lapas Narkotika Bakal Bangun Tempat Ibadah Lainnya Selain Mesjid

Kita dari Persekutuan Gereja-Gereja Oikemene Bangka Belitung tetap peduli warga binaan di Lapas

Editor: Iwan Satriawan
Bangkapos/Ryan Agusta
Kepala Lapas Narkotika Selindung, Pangkalpinang, Yugo Indra (ujung sebelah kiri) saat berdialog dengan 2 orang pendeta di sela-sela waktu senggangnya. 

Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sesuai dengan bunyi Pasal 14 ayat (1) UU Pemasyarakatan tentang hak-hak narapidana disebutkan diantaranya yakni melakukan ibadah sesuai dengan agama atau kepercayaannya, selain hak untuk mendapat perawatan, baik perawatan rohani maupun jasmani.

Namun kondisi tersebut tidak demikian kenyataan yang dirasakan oleh sebagian warga binaan yang menghuni di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika, Selindung Kota Pangkalpinang.

Khususnya warga binaan yang menganut ajaran kristiani atau nasrani justru mengalami sedikit kesulitan dalam menjalani kegiatan ibadah lantaran di Lapas setempat saat ini belum tersedia fasilitas tempat ibadah khusus yakni gereja.

Kondisi tersebut tak ditampik oleh kepala Lapas Narkotika Selindung, Yugo Indra BcIP SH MH saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/3/2018).

"Iya kondisinya seperti itu saat ini. Di Lapas kita saat ini hanya tersedia tempat ibadah untuk muslim saja sementara tempat ibadah bagi umat non muslim lainnya belum tersedia," kata Yudo saat itu ia kebetulan sedang menerima kedatangan 2 orang pendeta asal Persekutuan Gereja-Gereja Oikomene Provinsi Bangka Belitung (Babel), Adrian & Hermanto.

Persoalan belum tersedianya sarana atau fasilitas ibadah di Lapas Narkotika Selindung sempat diungkapkan oleh Yugo di hadapan para pendeta yang menemuinya saat itu.

Namun untunglah keluhan tersebut justru mendapat respon dari para pendeta, sebaliknya salah seorang pendeta itu, Adrian mengungkapkan jika pihaknya memang sebelumnya sudah berniat bisa membantu pihak Lapas Narkotika Selindung.

"Iya kebetulan kita sebelumnya memang sudah rencana membantu pihak Lapas sini guna membangun tempat ibadah bagi umat Nasrani (gereja--red)," kata Adrian di hadapan kepala Lapas Narkotika saat itu.

Alasan lainnya pihaknya berencana dalam waktu dekat ini bakal membangun gereja di lingkungan Lapas setempat lantaran sebagian warga binaan di Lapas tersebut merupakan umat Nasrani.

"Kita dari Persekutuan Gereja-Gereja Oikemene Bangka Belitung tetap peduli warga binaan di Lapas ini. Warga binaan di sini bukanlah orang-orang terbuang namun mereka yang di sini hanya terpeleset hukum saja," kata Adrian.

Dijelaskan rencana pembangunan gereja di Lapas setempat rencananya akan menggunakan pola peredam suara hal itu ditegaskan Adrian guna bertujuan agar dalam kegiatan ibadah nanti tidak mengganggu kenyamanan warga binaan lainnya.

Niat baik pihak Persekutuan Gereja-Gereja Oikomene tersebut justru mendapat respon positip langsung dari kepala Lapas Narkotika, oleh karenanya Yugo tak lupa mengucapkan ungkapan rasa terima kasihnya kepada para pendeta tersebut termasuk pihak Persekutuan Gereja-Gereja Oikemene Babel yang sangat peduli terhadap warga binaan khususnya yang umat Nasrani agar nyaman dalam menjalankan ibadah yang dianut. 

"Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian ini. Rencana kami pun akan membangun fasilitas tempat ibadah khusus warga binaan yang menganut ajaran atau kepercayaan lainnya karena di sini para warga binaan sebagian ada yang beragama Budha termasuk ajaran lainnya," katanya.
(*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved