Warga Belo Laut Seminggu Tak Dialiri Air, PDAM Rugi 100 Juta Akibat Banjir

Supardiansyah (38) warga Desa Belo Laut Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka harus rela mengangkut hingga membeli air untuk keperluan rumahtangganya.

Warga Belo Laut Seminggu Tak Dialiri Air, PDAM Rugi 100 Juta Akibat Banjir
Bangka Pos / Noordin
Kepala PDAM Tirta Dharma Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat Abdi Nursyahri, Selasa (20/3/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nordin

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Supardiansyah (38) warga Desa Belo Laut Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka harus rela mengangkut hingga membeli air untuk keperluan rumahtangganya.

Ini terjadi selepas banjir menimpa wilayah Muntok dan sekitarnya seminggu yang lalu. Semenjak itulah keluarganya tidak dialiri air PDAM.

"Hari ini ada hampir sejam dialiri air PDAM, setelah itu tidak ada lagi, sebelumnya lebih parah tidak dialiri air sama sekali," sebutnya kepada Bangkapos.com, Selasa (20/3/2018).

Dia mengaku selama ini selalu mendapat pasokan air dari PDAM sebagai kebutuhan rumah tangganya. Begitu juga keperluan lainnya.

"Saya pagi-pagi ngangkut air, sumur yang sudah lama saya bersihkan lagi karena butuh air bersih," terangnya

Hal yang sama diakui Misnawati warga Belo Laut pelanggan PDAM cabang Bangka Barat lainnya. Menurutnya sebelum banjir kemarin belum ada masalah.

"Saya mengambil setiap hari air, karenakan air PDAM belum lancar pasca banjir kemarin," tuturnya

Terpisah kepala PDAM Tirta Dharma Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat Abdi Nursyahri menerangkan, akibat banjir seminggu lebih kemarin ada beberapa titik pipa distribusi miliknya rusak.

Yaitu di Pal I, Belo Laut dan Menjelang. Sebagaian sudah selesai diperbaiki dan ada juga yang dalam proses perbaikan.

"Di Belo Laut itu kerusakannya cukup parah, yang rusak pipa utamanya karena liran air yang deras dan ada dua titik. Tim kami terus berusaha memperbaikinya," terang Abdi

Dia melanjutkan, akibat banjir kemarin kerugian PDAM mencapai 100 juta. Terutama pada pipa-pipa utama atau distribusi air.

"Kalau sumber air tidak ada yang rusak dan tercemar, hanya saja air kotor dan itu masih tahap wajar, namun kalau dialirkan ke masyarakat sudah kita filter," tegasnya.(*)

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved