Video
Video : Mengejutkan Hasil Bawang ditanam Dayat Bisa 10 Kali Lipat
Ternyata bawang merah bisa tumbuh dan berkembang-biak di Dusun Airlayang Desa Bukitlayang Kecamatan Bakam Bangka.
Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Ternyata bawang merah bisa tumbuh dan berkembang-biak di Dusun Airlayang Desa Bukitlayang Kecamatan Bakam Bangka. Seorang petani berhasil membudidaya tanaman jenis umbi-umbian itu, hingga masa panen tiba, Kamis (22/3/2018) Petang.
Petani itu bernama, Dayat (32), pria beranak satu asal Purwajadi Jawa Tengah. Sejak menetap di dusun ini, Dayat, mencoba menanam bawang merah, walau awalnya coba-coba.
"Awal pertama kita bongkar tanah, kemudian kita taruh pupuk, habis itu jarak satu minggu kita mulai bertanam," katanya.
Bibit yang ditanam disirami minimal dua kali sehari. Setelah tumbuh dan berumur sekitar 55 hari, bawang merah ini langsung bisa dipanen.
Namun sebagai langkah ujicoba, Dayat hanya berani menanam bawang di luasan lahan sekitar 200 meter persegi.
"Dan hasil panen perdana sekitar 100 kg," kata suami Sufira, mengaku akan menjual hasil panen kepada penduduk desa setempat dengan harga dibawah harga pasaran.
Pada kesempatan yang sama, Dayat mengatakan, dalam satu hektare lahan dibutuhkan bibit sekitar satu ton. Namun jika diolah sesuai teknis budidaya, maka petani di Bangka bisa menghasilkan sepuluh kali lipat. "Dalam satu hektare bisa sepuluh ton," katanya.
Hanya saja kendala Dayat, dia tak memiliki lahan yang luas dan modal terbatas. Kendala lain, serangan hama ulat kadang membuat panen bawang merah bisa saja gagal seketika.
"Hamanya yaitu ulat," katanya seraya mengaku akan menjual hasil panen ke penduduk desa dengan harga dibawah harga pasaran.
Kades Bukitlayang, Andry didampingi Kadus Airlayang, Rendra ditemui di sela-sela panen bawang di kebun petani tersebut, Kamis (22/3/2018) mengaku bangga.
"Mudah-mudahan budidaya bawang ini bisa ditiru oleh masyarakat lainnya di Desa Bukitlayang khususnya, dan Kecamatan Bakam, pada umumnya," kata Andry, awalnya kaget karena tak menyangka bawang merah bisa dibudidayakan di desanya.
Menurut Andry, walau hasil panen Pak Dayat tak seberapa, namun usaha yang dilakukan menjadi motivator untuk mengentaskan kemiskinan.
"Apalagi ternyata di Desa Bukitlayang bisa untuk ditanami bawang merah. Baru kali ini ada petani di Desa Bukitlayang tanam bawang merah dan bisa panen. Makanya, rencananya, petani ini akan kita gandeng melalui Gapoktan. Kita sudah siapkan lahan di kebun desa sekitar empat hektare," katanya.
Camat Bakam H Zulfakar diwakili Sekcam, Jaleari didampingi PPL, Mardi dan Koordinator PPL, Sugih, ikut hadir saat panen perdana di kebun petani bernama Dayat. Sebagai perwakakilan pemerintah, mereka merasa bangga karena ada petani yang bisa berinovasi seperti Dayat.
"Sehingga kami berikan apresiasi karena usaha ini sangat baik untuk meningkatkan perekonomian. Mungkin secara bertahap, program keberhasilan salah satu warga disini akan kita angkat ke tingkat kabupaten," kata Jaleari seraya mengakui, satu diantara kendala budidaya bawang merah di Bangka adalah ketersediaan bibit yang harus didatangkan dari Pulau Jawa.(*)