Breaking News:

Pascatambang PT Koba Tin, Ibnu Saleh : Kita Hanya Dapat Jelek-jelek Saja dari Sisa Koba Tin

Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh menegaskan agar kegiatan pasca tambang PT Koba Tin harus segera diselesaikan.

Penulis: Riki Pratama | Editor: M Zulkodri
Bangka Pos / Riki Pratama
Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh menegaskan agar kegiatan pasca tambang PT Koba Tin harus segera diselesaikan.  

Menurutnya jangan sampai pihak perusahaan meninggalkan begitu saja danau galian bekas tambangnya dan lahan kritis di wilayah Bangka Tengah.

"Kewajiban pasca tambang, kami sebenarnya mendesak, agar pihak Koba Tin, dan Kementrian ESDM untuk segera merealisasikan secara maksimal, program pasca tambang yang telah dibuat, ini rasanya apabila tidak di desak dan tidak disegerakan tidak akan terlaksana,"jelas Bupati Bateng kepada wartawan, Selasa (27/3/2018)

Ibnu menambahkan bahwa saat ini 2.500 lahan eks tambang milik Koba Tin dibiarkan begitu saja, dan masih banyak aset Koba Tin yang terbengkalai tidak terurus.

"Kami juga merasa sulit karena ditinggal ada kurang lebih 2.500 danau bekas galian, lahan kritis, gedung yang sudah hancur berancur sudah banyak di jarah. Jadi kita di Bateng mendapatkan yang jelek jeleknya saja dari sisa Koba Tin,"keluhnya

Dari kondisi ini Bupati juga mengharapkan pihak perusahaan untuk secepatnya menyelesaikan masalah ini, agar Pemkab dan masyarakat tidak dirugikan.

"Kami harapkan kawan PT Koba Tin membantu Bateng agar segera untuk dilaksanakan program pasca tambangya, salah satunya penyerahan aset yang sudah kewajiban yang harus diserahkan ke Bangka Tengah,"lanjutnya

Selain itu, upaya yang telah dilakukan Pemkab Bateng untuk menyelesaikan itu menurutnya dengan menyurati Kementrian Keuangan terhadap pengelola aset milik negara.

" Ini kami menyurati Kementrian keuangan, ternyata aset itu belum diserahkan ke Kementrian Keuangan sebagai pengelola aset negara, masih di ESDM, ini kami dalam waktu dekat akan ke Kementrian ESDM, untuk kembali mengingatkan kembali kewajiban dari Koba Tin dan membantu pengawasan karena di Kabupaten tidak punya haknya,"tuturnya.(*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved