Pertalite Dianggap Mahal, Terpaksa Beralih Ke Premium Subsidi

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Provinsi Bangka Belitung membuat sebagian masyarakat beralih ke premium

Pertalite Dianggap Mahal, Terpaksa Beralih Ke Premium Subsidi
ist
Humas PT Pertamina Depot Pangkalbalam, Hermansyah 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Putrie Agusti Saleha

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Provinsi Bangka Belitung membuat sebagian masyarakat beralih ke premium subsidi.

Lina (22) seorang warga Baturusa mengatakan bahwa ketika mengetahui harga Pertalite kembali naik, ia terpaksa harus beralih ke premium subsidi.

"Memang ga terlalu sering beli pertalite, tapi kalau naiknya sampai segini, kayaknya terpaksa harus pake Premium aja, biar murah," tutur Lina ketika dihubungi pada Selasa (27/03/2018).

Dalam mengantisipasi kemungkinan melonjaknya jumlah pembeli pertalite yang beralih ke premium subsidi Humas Depo Pertamina Pangkal Balam, Hermansyah mengatakan bahwa premium subsidi tidak boleh dibeli menggunakan jeriken.

"Premium memang sudah tidak boleh dibeli pakai jeriken, dan itu sudah menjadi ketentuan di SPBU," Ungkapnya.

Kemudian, ia juga memaparkan bahwa kuota premium yang ditetapkan pemerintah untuk provinsi Bangka Belitung tahun 2018 adalah sebanyak 192.323 kiloliter.

Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved