Tersangka Korupsi LPDB Ditahan Selama 20 Hari

Kurang lebih selama 20 hari kedua tersangka itu kita tahan atau dititipkan di rumah tahanan Tuatunu

Tersangka Korupsi LPDB Ditahan Selama 20 Hari
Bangkapos/Ryan Agusta
Seorang tersangka kasus korupsi dana bergulir LPDB tahun anggaran 2013 tampak menutupi wajahnya dengan koran guna menghindar dari awak media massa, saat hendak digiring ke dalam mobil tahanan Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung. 

Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Fauzan Hilmi (FH) & Budi Sang Maharta (BS), dua staf asal Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPDB) terhitung sejak tanggal 27 Maret hingga 15 April 2018 resmi berstatus sebagai tahanan pihak Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel).

"Kurang lebih selama 20 hari kedua tersangka itu kita tahan atau dititipkan di rumah tahanan Tuatunu Kota Pangkalpinang," kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Babel, Edi Ermawan SH MH, Rabu (28/3/2018) 

FH dan BS langsung ditahan oleh penyidik Pidsus Kejati Babel, Selasa (27/3/2018) usai menjalani pemeriksaan tambahan tersangka oleh penyidik Pidsus Kejati Babel.

"Setelah pemberkasan selesai maka berkas perkara ini (korupsi dana bergulir LPDB--red) dalam waktu dekat ini segera akan kita limpahkan ke pihak Pengadilan Negeri Pangkalpinang," tegas Edy.

Saat disinggung materi apa saja yang ditanyakan penyidik Pidsus Kejati Babel terhadap dua tersangka (FH & BS), saat dilakukan pemeriksaan, Selasa (27/3/2018) itu.

"Untuk materi pertanyaan saya tidak bisa menjelaskannya," katanya.

Sayangnya penasihat hukum (PH) para tersangka itu (FH & BS), Adistya Sunggara SH belumlah memberikan keterangan atau tanggapan terkait para kliennya saat ini berstatus sebagai tersangka dan Selasa (27/3/2018) langsung ditahan oleh pihak penyidik Pidsus Kejati Babel.

Sebelumnya, Rabu (28/3/2018) siang  sempat dihubungi melalui nomor ponselnya namun tidak ada jawaban meski nada ponsel terdengar aktif, begitu pula sempat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Short Message Service (SMS) namun tetap tidak ada jawaban dari yang bersangkutan.

Sekedar diketahui, dalam perkara kasus korupsi LPDB tahun anggaran 2013 ini pihak Pidsus Kejati Babel tak saja menetapkan tersangka terhadap FH & BS (staf bisnis LPDB), namun sebelumnya terkait perkara ini pun sempat pula menyeret seorang pengusaha asal Kabupaten Belitung yakni Suwidi alias Awe.

Hingga perkara ini pun berlanjut di meja hijau, Awe selaku tersangka akhirnya dijatuhi vonis kurungan penjara selama 2 tahun 6 bulan terkait perkara korupsi dana bantuan bergulir yang dikucurkan oleh pihak LPDB pada tahun anggaran 2013 itu, hingga negara dirugikan mencapai angka sebesar Rp 2 M.

Meski begitu Awe (tersangka) sebelum dijatuhi vonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (Tipikor) Pangkalpinang, awalnya sempat mengembalikan uang kerugian sebesar Rp 300 juta, namun akhirnya Awe pun melalui perwakilan keluarganya mengembalikan sisa sejumlah uang kerugian negara tersebut senilai Rp 1,7 M ke pihak Kejati Babel.

Namun begitu sejumlah uang kerugian negara telah dikembalikan tersangka itu (Awe) tak berarti menghapuskan perkara hukum yang menjeratnya itu, dan hingga sekarang Awe pun meringkuk di sel jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tuatunu, Pangkalpinang. (*)

Penulis: ryan augusta
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved