Mantan Ketua KPK Ini Sebut Kejahatan Makin Menjadi Karena Ada Budaya Wani Piro

Korupsi merupakan tindakan yang tidak terpuji yang dilakukan secara individu maupun kelompok dalam upayanya memperkaya diri

Mantan Ketua KPK Ini Sebut Kejahatan Makin Menjadi Karena Ada Budaya Wani Piro
Bangka Pos/Ryan Agusta
Mantan ketua KPK-RI, Dr Bibit Samad Rianto MM didampingi Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Provinsi Bangka Belitung, Efendi Harun. 

Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Korupsi merupakan tindakan yang tidak terpuji yang dilakukan secara individu maupun kelompok dalam upayanya memperkaya diri sendiri maupun kelompok dari sumber-sumber pendapat yang ilegal secara hukum.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam melakukan pemberantasan korupsi adalah melalui tindakan pencegahan.

Tindakan pencegahan ini dimaksudkan agar masyarakat memiliki benteng diri yang kuat guna terhindar dari perbuatan yang mencerminkan tindakan korupsi di dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Namun beda halnya menurut Dr Bibit Samad Rianto MM, kejahatan tindak pidana korupsi (tipikor) justru dianggapnya tak lain merupakan tindakan pelanggaran hukum yang kerap terorganisir dengan baik.

"Kejahatan korupsi itu nampaknya sudah meluas di negeri ini dan seolah-olah terorganisir dengan baik. Apalagi munculnya budaya Wani Piro? sehingga untuk memberantasnya perlu peran serta dari masyarakat dan harus dilawan dengan idealisme," kata mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI didampingi Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMK) Provinsi Bangka Belitung (Babel), di sela-sela menggelar jumpa pers di Aroma Laut, kawasan wisata Pasir Padi Beach, Kota Pangkalpinang, Jumat (30/3/2018) malam.

Peran masyarakat ikut serta dalam memerangi tindak kejahatan korupsi sangat penting dan tidak hanya mengandalkan action (aksi) dari lembaga anti rasua (KPK) saja, terlebih kondisi KPK di negara Indonesia justru saat ini kian 'terpojok.

"Jadi untuk mengharapkan tindakan dari KPK saja itu tidak cukup, apalagi kondisi lembaga KPK kita dulu justru terkesan sempat teraniaya atau masih ingatkah kalian soal Cicak dan Buaya?," terang purnawaran jenderal Polisi berpangkat Irjen malam itu.

Tak cuma itu, Bibit pun mengakui jika dirinya sampai saat ini masih merasa miris terkait eksistensi lembaga anti rasua yang dibentuk oleh pemerintah justru keberadaannya sampai saat ini kerap menuai hambatan, bahkan lembaga KPK sendiri menurutnya terancam terhadap tindakan sebagian pihak yang justru berlawanan.

Seiring hal itu pula, Bibit berharap peran serta masyarakat sangatlah penting, oleh karenanya pihaknya berencana akan menggelar kegiatan pelantikan pengurus GMPK Provinsi Babel.

Kegiatan pelantikan pengurus GMPK Provinsi Babel, Sabtu (31/3/2018) pagi ini bertempat di gedung Hamidah, Kota Pangkalpinang ditegaskan oleh Efendi Harun tak saja mengundang para pejabat daerah, namun pihaknya pun turut mengundang pejabat dari kalangan aparat penegak hukum yang ada di Babel termasuk juga para perwakilan mahasiswa, organisasi masyarakat atau ormas maupun para tokoh masyarakat di Babel. 

Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved