Pesan Paskah 2018: Tinggalkan Kekerasan dan Bermusuhan

Sebagai pemimpin misa, Romo Stanislaus Bani juga menjelaskan makna malam Paskah berarti malam berjaga

Pesan Paskah 2018: Tinggalkan Kekerasan dan Bermusuhan
Bangka Pos/ Ardhina Trisila Sakti
petugas misa malam Paskah memegang lilin untuk memulai Misa Malam Paskah 2018 di Gereja Katedral Santo Yosef Pangkalpinang 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Misa Malam Paskah Gereja Katedral Santo Yosef Pangkalpinang, Sabtu (31/3) mengangkat tema  "Bersama Kristus Kita Bangkit, Untuk Memulihkan Solidaritas Sosial dan Keutuhan Hidup Alam Ciptaan".

Misa malam Paskah dipimpin oleh Romo Stanislaus Bani.

Dalam homilinya, Romo Stanislaus Bani menyampaikan pesan Paskah 2018 agar umat Katolik berani berkomitmen untuk meninggalkan hal-hal yang bertentangan dengan gereja seperti budaya kekerasan, saling bermusuhan, budaya merusak manusia dan merusak alam. 

"Kristus membawa damai, Dia sang pemberi kehidupan. Ia tak hanya menciptakan dunia lalu tinggal diam  Namun Dia hadir untuk meneguhkan kita dan berjuang tiada lelah," ujar Romo Stanislaus Bani kepada sekitar 2.000 umat Gereja Katolik Santo Yosef yang diperkirakan hadir di Misa Malam Paskah yang masih berlangsung pukul 21.00 WIB. 

Sebagai pemimpin misa, Romo Stanislaus Bani juga menjelaskan makna malam Paskah berarti malam berjaga-jaga untuk menyambut bangkitnya Yesua Kristus esok hari  

"Malam Paskah adalah masa sukacita sambil berjaga-jaga. Besok kita merayakan Paskah kebangkitan Yesus Kristus, itu berarti besok (minggu) kita juga harus hadir (misa) juga," pesannya.(*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved