Dikira Jamur Pelawan yang Mahal, Warga Nekat Konsumsi Jamur Beracun

Mendapat informasi ada warga yang keracunan setelah mengkonsumsi jamur. Pemerintah Kabupaten Bangka Segera bergerak cepat melakukan pemeriksaan

Bangka Pos / Nurhayati
Plt Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bangka Boy Yandra menunjukan jamur beracun, Senin (2/4/2018) di Rumah Sakit Depati Bahrin Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Mendapat informasi ada warga yang keracunan setelah mengkonsumsi  jamur. Pemerintah Kabupaten Bangka Segera bergerak cepat memeriksa langsung jenis jamur yang dikonsumsi oleh warga yang bersangkutan.

Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka, Boy Yandra mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas pertanian kabupaten Bangka untuk menyelidiki jamur yang menyebabkan keracunan satu keluarga.

"Kemungkinan jamur itu Conocybe Filaris memang itu beracun namun kita akan memastikannya akan kita kirim ke Balai POM provinsi. Mudah-mudahan hasilnya cepat yang kita informasikan ke masyarakat nantinya," jelas Boy Yandra kepada bangkapos.com, Senin (2/4/2018) di Rumah Sakit Medika Sungailiat saat menlihat kondisi korban keracunan

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengkonsumi jamur apalagi jenis yang sama sekali belum diketahui secara pasti.

" Dari warnanya saja sudah mencurigakan coklat hitam. Apalagi ini baru pertama kali dikonsumsi warga. Kita sarankan jangan coba-coba, lebih baik konsumsi jamur yang sudah pernah dikonsumsi orang," ucapnya.

Diceritakan Boy berdasarkan pengakuan Sukirman dirinya bersama istrinya memanen jamur di kebun milik mereka sebanyak setengah karung. Mereka pikir jamur yang mereka panen adalah jamur yang harganya mahal seperti jamur pelawan. Kemudian jamur tersebut, digorengnya dengan tepung crispy dan dimakan, kemudian barua ketahuan jamurnya beracun.

" Dari pengalaman ini, kita berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," ucap Boy Yandra.

Jamur tersebut sebagian sudah dimusnahkan dan sebagian kecil yang tersisa diambil untuk sampel dikirim ke BPOM Pangkalpinang.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved