Satu Keluarga Dirawat Intensif di Rumah Sakit Setelah Santap Jamur Beracun

Kiki bersama suaminya Sukirman (35) tak menyangka saat Minggu (1/4/2018) kemarin menjadi hari naas bagi dia dan keluarganya

Bangka Pos/Nurhayati
Kondisi Kiki korban keracunan jamur, Senin (2/4/2018) saat dirawat di Rumah Sakit Medika Stania. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kiki (28) bersama suaminya Sukirman (35) tak menyangka saat Minggu (1/4/2018) kemarin menjadi hari naas bagi dia dan keluarganya.

Pasalnya jamur yang mereka makan yang ditemukan di kebunnya ternyata mengandung racun. Kondisi ini menyebabkan ia bersama suami, ibu kandung dan anak perempuannya harus dirawat di rumah sakit.

Bahkan sang suami harus mendapatkan perawatan intensif dimana kondisinya memburuk usai menyantap jamur beracun tersebut.

Selang infus masih terpasang ditangan Kiki saat ia menceritakan kronologis kejadian yang menyebabkan keluarganya harus dirawat intensif di Rumah Sakit Medika Stania dan RSUD Sungailiat.

Diakui Kiki saat itu ia bersama suaminya ke kebun. Ketika hujan turun ia sempat berteduh di pondok kebun. Sedangkan suaminya kendati hujan tetap membersihkan rumput di sekitar kebun.

Pulang dari kebun ia bersama suaminya memetik jamur yang ada di sekitar kebunnya. Namun menurut Kiki mereka masih sempat seaching di google untuk mengetahui informasi jamur tersebut apakah berbahaya atau tidak. Ketika itu informasi yang mereka dapatkan bahwa jamur itu tidak berbahaya dan boleh dimakan.

"Habis pulang ke rumah dicuci sama dia ( suaminya--red) langsung digoreng pakai tepung. Langsung dimakan," ungkap Kiki kepada bangkapos.com, Senin (2/4/2018) di ruang rawat Rumah Sakit Medika Stania Sungailiat.

Kiki bersama suami dan anaknya lumayan banyak menghabiskan jamur crispy tersebut yang rasanya enak seperti rasa daging ayam. Sedangkan ibu kandungnya Tri Rahayu saat itu hanya mencicipi tiga potong jamur yang sudah digoreng crispy. Ketika itu mereka makan sekitar jam 15.00 WIB dan reaksi jamur tersebut mulai mengejala sekitar jam 16.00 WIB.

Saat itu gejala yang mereka dapatkan usai menyantap jamur tersebut seluruh pakaian mereka basah karena keringat langsung bercucuran, muntah, mual dan mencret-mencret. Sedangkan kondisi suaminya yang tidak kuat langsung pingsan.

"Ku sempat ke apotik nyari obat Norit untuk menetralisir racun. Disuruh suami minum itu jadi agak mendingan dak separah dia, ku hanya muntah di rumah sama mencret. Suami dak kuat langsung pingsan di rumah tu," ungkap Kiki yang mengatakan matanya langsung berkunang-kunang usai menyantap jamur beracun tersebut.

Jamur yang mereka makan tersebut semula berwarna putih tetapi setelah dicuci langsung berubah warna menjadi coklat. Mereka juga baru pertama kalinya mencoba jamur tersebut.

"Cari di google katanya nggak berbahaya. Oh ini mirip nih. Jadi nggak berbahaya ya udah dicabut, coba dimakan. Mungkin cara pengolahannya yang salah. Rasanya enak kayak ayam," tutur Kiki.

Saat ini kondisi Kiki sudah mulai pulih, begitu juga dengan ibunya kendati masih dirawat, untuk Nesya anak perempuannya usia delapan tahun sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Sedangkan kondisi suaminya yang parah harus cuci darah karena sudah kena ke ginjal.

"Suami saya dari kemarin nggak bisa kencing," kata Kiki.

Penulis: nurhayati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved