LSM Gelar Orasi di Kajati Babel, Kajati Ajak Dialog

Menyaksikan sikap pimpinan Kejati Babel tersebut, para pendemo pun menuruti permintaan pimpinan Kejati Babel, dan

LSM Gelar Orasi di Kajati Babel, Kajati Ajak Dialog
Bangkapos/Ryan Agusta
Kepala Kejaksaan Tinggi provinsi Bangka Belitung, Aditya Warman SH MH saat menemui pendemo yang menggelar aksi demo di gedung kantornya. 

Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Rencana aksi demo di gedung Kejaksaan Tinggi provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel) oleh LSM Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Bangka Belitung (Amak Babel) akhirnya direalisasikan, Rabu (3/4/2018) pagi.

Namun aksi demo sejumlah aktivis pegiat anti korupsi asal LSM Amak Babel yang dimulai pukul 10.00 WIB saat itu sempat terhenti ketika sekretaris LSM Amak Babel, Wantoni baru saja mulai berorasi lantaran pimpinan Kejati Babel, Aditya Warman SH MH langsung turun menemui pendemo di depan pintu masuk gedung Kejati Babel.

"Kalian jangan ngomong di sini! masuk saja ke dalam. Jangan teriak-teriak! mari kita bicara di dalam," kata Kejati Babel, Aditya Warman SH MH dengan nada tinggi di hadapan pendemo.

Menyaksikan sikap pimpinan Kejati Babel tersebut, para pendemo pun menuruti permintaan pimpinan Kejati Babel, dan selanjutnya para perwakilan pendemo pun mengikuti pimpinan Kejati Babel masuk ke dalam gedung kantor Kejati Babel.

Namu awak media yang meliput aksi demo saat itu justru tidak diperkenankan masuk oleh petugas kejaksaan setempat ke dalam gedung Kejati Babel.

Namun pantauan bangkapos.com saat itu perwakilan pendemo tersebut menggelar dialog di dalam ruang pimpinan Kejati Babel tidak lebih dari 10 menit atau singkat.

Sebelumnya sekretaris LSM Amak Babel, Wantoni kepada wartawan mengatakan jika aksi demo yang dilakukan pihaknya di gedung Kejati Babel tak lain mendesak pihak Kejati Babel untuk tetap serius dalam menangani perkara kasus dugaan korupsi jual beli lahan di kawasan lingkungan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang.

"Kita minta pihak Kejati Babel agar terus memproses kasus dugaan jual beli lahan di kawasan Jerambah Selindung itu hingga tuntas," kata Wantoni.(*)

Penulis: ryan augusta
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved