Inilah yang Jadi Penyebab Bahasa Daerah Babel Tak Diserap dalam KBBI

Kosakata bahasa Melayu Bangka belum ada seperti Melayu Minangkabau. Alasannya kita kembali pada

Inilah yang Jadi Penyebab Bahasa Daerah Babel Tak Diserap dalam KBBI
Bangka Pos/ Ardhina Trisila Sakti
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung menggelar Desiminasi Program Pengayaan Kosakata Bahasa Indonesia Rabu (5/4) di Santika Hotel Bangka 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti


BANGKAPOS.COM, BANGKA-
Masyarakat dapat mengusulkan kosakata bahasa daerah menjadi kosakata bahasa Indonesia melalui website kbbi.kemdikbud.go.id.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Sub Bidang Kosakata Analisis dan Istilah, Defkalia mempraktekkan cara memasukkan usulan bahasa daerah dan bahasa populer kedalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI). 

Usulan kosakata yang masuk akan disaring oleh tim editor hingga redaktur tim analisis

"Seperti kosakata lebay kita sudah ada di KBBI. Usulkan kosakata budaya yang memiliki konsep unik dan belum ada. Kalau konsepnya sudah ada maka ditolak," ujar Sub Bidang Kosakata Analisis dan Istilah, Defkalia. 

Sementara menjawab pertanyaan dari sejarahwan Bangka Belitung, Akhmad Elvian dan kalangan pendidik perihal kosakata melayu Bangka yang belum ada di KBBI.

Peneliti Madya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Korentina Sitanggang menjelaskan bahasa melayu yang dijadikan bahasa Indonesia belum dipilah-pilah karena perkembangan zaman. 

"Kosakata bahasa Melayu Bangka belum ada seperti Melayu Minangkabau. Alasannya kita kembali pada sejarah juga. Tokoh Minangkabau sering menulis dalam bentuk novel dan cerpen sehingga menjadi sumber yang memperkaya bahasa daerah menjadi bahasa Indonesia," ujarnya. (*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved