Pertamina Pastikan Stok Elpiji di Babel Aman Hingga Idul Fitri

Regional Manager Communication & CSR PT Pertamina Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Hermansyah Nasroen memastikan ketersediaan elpiji

Pertamina Pastikan Stok Elpiji di Babel Aman Hingga Idul Fitri
Bangka Pos/El Tjandring
Regional Manager Communication & CSR PT Pertamina Sumbagsel, Hermansyah Nasroen saat membuka acara Media Values Day 2018 Pertamina Sumbagsel di Restoran Sasantika Yogyakarta, Jumat (6/4/2018).

Laporan Wartawan Bangka Pos, El Tjandring

BANGKAPOS.COM, JOGJA -- Regional Manager Communication & CSR PT Pertamina Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Hermansyah Nasroen memastikan ketersediaan elpiji subsidi dan non subsidi untuk wilayah Bangka Belitung aman hingga Ramadan dan Idul Fitri mendatang.

Hermansyah menyebut, berdasarkan persentase konsumsi saat lebaran hingga Idul Fitri tahun lalu, terjadi kenaikan antara 5 persen hingga 10 persen dari konsumsi normal.

"Untuk itu kami akan mengantisipasinya dengan menaikan persentase distribusi antara lima hingga 15 persen dari konsumsi normal," kata Hermansyah ketika berbicara kepada wartawan dalam acara Media Values Day 2018 Pertamina Sumbagsel di Restoran Sasantika, Yagyakarta, Jumat (6/4/2018).

Menurut Hermansyah, kenaikan konsumsi masing-masing daerah di wilayah sumbagsel bervariasi, namun persentasenya tidak jauh berbeda. "Babel juga begitu, tidak jauh berbeda," katanya.

Khusus untuk wilayah Babel, kata dia, sempat terjadi kelangkaan beberapa waktu lalu. Namun kelangkaan tersebut disebabkan oleh faktor yang sifatnya insidensial.

"Kapal kami tidak diizinkan untuk menyeberang karena cuaca saat itu tidak kondusif untuk berlayar sehingga sempat terjadi kelangkaan. Tapi situasinya tidak berlangsung sampai satu minggu. Dalam tiga hingga empat hari, distribusi sudah normal lagi," katanya.

Dia merinci kebutuhan konsumsi gas subsidi (tiga kilogram) untuk wilayah Babel adalah 11.131 kiloliter per hari atau 9 persen dari total konsumsi seluruh region Sumbagsel yakni 123.678 kilo liter per hari.

Sementara untuk non-subsidi, khusus ukuran 5,5 kilogram, konsumen gas Babel menyerap 44 kiloliter per hari atau sebesar lima persen dari total konsumen wilayah sumbagsel yakni 872 kilo liter per hari.

Khusus untuk Bright Gas 12 kilogram, konsumsi di Babel telah mencapai 179 kiloliter perhari atau sembilan persen dari total konsumsi wilayah sumbagsel yakni 1.988 kilo liter per hari.

Sedangkan elpiji 12 kilogram, persentase konsumsinya paling tinggi yakni 23 persen atau 2.089 kilo liter dari kebutuhan seluruh wilayah sumbagsel yakni 9.084 kilo liter per hari.

Hermansyah mengimbau kepada warga masyarakat yang mampu seperti ASN (PNS) untuk tidak menggunakan gas bersubsidi, karena dikhususkan kepada warga tidak mampu.

"Kalau warga yang mampu juga menggunakan gas subsidi (elpiji 3 kilogram) nanti warga tak mampu yang seharusnya berhak jadi tidak kebagian. Inilah yang selalu menjadi penyebab kelangkaan di beberapa daerah," katanya.(*)

Penulis: El Tjandring
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved