Banyak Pencari Kerja, Pembuatan SKCK di Pangkalpinang Meningkat Dua Kali Lipat

Jumlah masyarakat yang mengajukan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) meningkat kurang lebih dua kali lipat pada bulan

Banyak Pencari Kerja, Pembuatan SKCK di Pangkalpinang Meningkat Dua Kali Lipat
Bangka Pos/Yudha Palistian
Suasana Ruang Pendaftaran SKCK pada Polres Pangkalpinang, Rabu (11/4/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Jumlah masyarakat yang mengajukan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) meningkat kurang lebih dua kali lipat pada bulan maret 2018 di Polres Pangkalpinang.

Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Raspandi melalui Staff pendaftaran SKCK, Yani menyatakan banyak masyarakat yang mengajukan pembuatan SKCK disinyalir pasca pendaftaran bintara dan sekolah pendidikan.

"Terhitung pada bulan maret 2018 yang terdata sekitar 722 orang,  ini meningkat tajam dari bulan febuari hanya 323 orang," tutur yani kepada Bangka Pos,  Rabu (11/4/2018).

Ia juga menambahkan baru dua pekan dibulan april  yang mendaftar sekitar 427, sedangkan kisaran usia yang mendaftar dari usia 18 - 20 tahun.

"Rata-rata yang meminta SKCK baru lulus Sekolah Menengah Pertama (SMA)  dan bertepatan dengan tahun ajaran baru dimana banyak anak-anak SMA yang baru lulus dan hendak mencari pekerjaan. Persyaratan pembuatan SKCK itu kan harus sesuai domisili. Pendatang baru saya rasa tidak punya KTP domisili Pangkalpinang," tuturnya.

Biaya pembuatan SKCK sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016, sebesar Rp 30.000.

Adapun persyaratan pembuatan SKCK adalah, pemohon wajib melampirkan 1 lembar foto copy KTP, KK dan Akte kelahiran disertai pas foto bewarna berukuran 4×6 dengan background warna merah sebanyak 5 lembar.

Kemudian pemohon harus mengisi formulir data diri dan daftar pertanyaan. Lalu pengambilan sidik jari.

Setelah itu perayaratan beserta formulir data diri dan sampel sidik jari diserahkan ke petugas setempat. Setelah dicek dan ditandatangani oleh pihak kepolisian, SKCK pun siap diambil.

Pemohon bernama Rendi (18) menyatakan dirinya membuat SKCK untuk masuk bintara.

"Saya dengar ada pendaftaran bintara, jadi langsung coba ngelamar dan melengkapi beberapa berkas seperti SKCK," ucapnya.

Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved