Breaking News:

1.361 Orang Perebutkan 207 Kuota Masuk Polri di Bangka Belitung

Sebanyak 207 kuota penerimaan anggota Polri di Bangka Belitung TA 2018 akan diperebutkan oleh 1361 orang peserta yang telah resmi mendaftar.

Penulis: deddy_marjaya
Editor: Evan Saputra
Bangka Pos/Deddy Marjaya
Peserta tes masuk Polri saat hadir dalam penandatangan fakta integritas di Aula STMIK Atma Luhur Pangkalpinang Jum'at (14/3/2018) 

Laporan Wartawan Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 207 kuota penerimaan anggota Polri di Bangka Belitung TA 2018 akan diperebutkan oleh 1361 orang peserta yang telah resmi mendaftar.

Rinciannnya 1361 peserta tersebut terdiri dari 44 peserta akan mengikuti tes masuk Akpol dengan kuota masuk 4 orang.

Selanjutnya 1220 peserta mengikuti tes masuk bintara dengan kuota 186 Polki dan 10 Polwan.

Tamtama 97 orang memprebutkan 7 kuota.

Ini terungkap saat dilakukannya penandatangana fakta integritas antara Polda Kepulauan Bangka Belitung, panitia, orangtua dan peserta tes masuk Polri di STMIK Atma Luhur Pangkalpinang Jum'at (14/3/2018).

Baca: Transparan, Polda Bangka Belitung, Orangtua dan Peserta Tes Masuk Polri Tandatangan Fakta Integritas

Penandantangan fakta integritas penerimaan polri antara Polda Kepulauan Bangka Belitung dengan panitia, orangtua, dan peserta tes masuk polri Jum'at (13/4/2018) di STMIK Atma Luhur Pangkalpinang
Penandantangan fakta integritas penerimaan polri antara Polda Kepulauan Bangka Belitung dengan panitia, orangtua, dan peserta tes masuk polri Jum'at (13/4/2018) di STMIK Atma Luhur Pangkalpinang (Bangka Pos/Deddy Marjaya)

Jumlah kuota ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya dan mengalami peningkatan untuk pendaftar.
Tahun anggara 2017 lalu.

"Memang ada penurunan kuota penerimaan di Polda Bangka Belitung dibandingkan tahun lalu namun luar biasanya malah jumlah pendaftar naik sehingga dipastikan seleksi masuk akan berjalan ketat," kata Brigjen (Pol) Syaiful Zacri usai kegiatan.

Sementara itu Karo SDM Kombes (Pol) Njang meminta peserta dan orangtua yang memiliki ekonomi pas-pasan untuk tidak khawatir dan minder.
Sebab berkaca pada penerimaan tahun lalu lebih 70 persen mereka yang diterima adalah orangtuan kurang mampu.
50 persen diantaranya memiliki orangtua yang pekerjaanya hanya buruh harian.

Siapaun memiliki kesempatan yang sama tergantung kesiapan mental, fisik dan kemampuan itu yang menentukan.

"Ini jika tidak percaya ada anak tukang cuci, pemulung, buruh kasar dan lainnya mereka masuk Polri tanpa membayar sepeserpun sebab untuk makan saja mereka harus keras," kata Kombes (Pol) Njang

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved