Rabu, 6 Mei 2026

Terlilit Hutang Seorang Ibu Rumah Tangga Nekat Curi Motor

Seorang ibu rumah tangga (IRT) harus mendekam di sel tahanan Polsek Tanjungpandan semenjak Rabu (18/4/2018) lalu.

Tayang:
Penulis: Dede Suhendar | Editor: M Zulkodri
Bangka Pos / Dede Suhendar
Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan Aiptu Hendri Ginting memeriksa LW (42) tersangka curanmor, Kamis (19/4/2018). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Seorang ibu rumah tangga (IRT) harus mendekam di sel tahanan Polsek Tanjungpandan semenjak Rabu (18/4/2018) lalu.

Wanita berinisial LW itu diamankan jajaran unit reskrim Polsek Tanjungpandan karena melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), milik Syamsiah (44) warga Jalan Gatot Subroto, Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Wanita berusia 45 tahun itu nekat mencuri motor karena terlilit hutang rentenir sejumlah Rp 1,2 juta.

"Saya mau bayar hutang habis pinjam uang sejuta gantinya Rp 1,2 juta. Saya khilaf pak waktu itu," ujar LW warga Kelurahan Parit, Kecamatan Tanjungpandan itu saat ditemui posbelitung.com, Kamis (19/4/2018).

Berdasarkan pengakuannya, LW nekat mencuri motor Honda Supra X Nopol 5827 FO yang terparkir di Jalan Anwar Aid, Kelurahan Parit, Kecamatan Tanjungpandan tepatnya di belakang eks SD MIN Tanjungpandan, Sabtu (14/4/2018) lalu.

Sementara itu, korban sedang berkunjung ke rumah kerabatnya untuk membantu persiapan hajatan pernikahan.

LW beralibi karena terus ditagih hutangnya, dirinya langsung membawa lari motor tersebut tanpa dicurigai warga sekitar.

Sementara itu, kondisi suaminya sudah sakit-sakitan dan tidak bekerja lagi. Bahkan suaminya tidak mengetahui masalah utang piutang tersebut.

"Ada orang tiga di situ, tapi tidak ada yang curiga karena lagi ada hajatan," katanya.

Usai membawa kabur, tersangka langsung mendatangi rekannya untuk menggadaikan motor tersebut. Namun upaya itu tak membuahkan hasil.

Lalu, LW kembali membawa motor curian yang sudah diganti nopolnya itu kepada rekannya yang lain. Alhasil, LW akhirnya berhasil menggadaikan motor tersebut seharga Rp 1,2 juta.

"Sorenya langsung saya gadaikan dan setelah dapat uang saya bayar hutang. Saya nyesal sekali pak," katanya.(*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved