Nama Pejabat di Beltim Dicatut, Bendahara Ini Hampir Tertipu Belasan Juta

Nama Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Perdagangan Kabupaten Belitung Timur Liatim tiba-tiba menjadi pembicaraan

Nama Pejabat di Beltim Dicatut, Bendahara Ini Hampir Tertipu Belasan Juta
Ilustrasi
ilustrasi penipuan 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR - Nama Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Perdagangan (PMPTSPP) Kabupaten Belitung Timur Liatim tiba-tiba menjadi pembicaraan.

Pasalnya Nama pejabat yang baru dilantik ini, diduga telah dicatut oleh orang untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Padahal yang bersangkutan hingga Jumat (20/4) belum masuk kantor lantaran masih dinas di luar kota.

Beruntung aksi penipuan dengan modus mencantur nama pejabat ini segera disadari oleh Bendahara PMPTSPP Beltim, Susi.

Diceritakan Susi sebelumnya ada seseorang yang mengaku bernama Liatim menghubungi dirinya untuk mengisi pulsa di dua nomor masing-masing 082333380911 sebesar Rp 200 ribu dan 085254784989 Rp 100 ribu.

Dikira pimpinannya Susi segera memerintahkan sopir kantor untuk mengisi pulsa di kedua nomor tersebut.

Tidak sampai disitu saja, merasa aksinya berhasil sang penipu kembali meminta agar dicarikan uang sebesar rp 15 Juta untuk keperluan mendadak. Mendapat permintaan yang janggal tersebutlah Susi mulai Curiga.

" Nah itu minta uang, kata nya diminta pak Sekda. Itu aku mulai bingung, dimana ada uang kantor segitu, katanya nanti sore (kemarin) jam tiga sore di kembalikan. Habis itu aku kasih tau ke pak Syarial (kepala PMPTSPP) tidak ada itu," cerita Susi kepada posbelitung.co, Jumat (21/4/2018).

Orang yang mengaku sebagai Liatim ini, sempat mengkroscek melalui via telepon tersebut kepada Susi. Obrolan yang di lontarkan olehnya bertanya tentang uang kas Dinas PMPTSPP, Ganti Uang (GU) dan uang Dinas PMPTSPP yang ada di perbankan.

"Saya bilang tidak ada, dan memang tidak ada. Habis itu karena saya bingung langsung kasih tau pak Syarial, dan yang terkirim hanya pulsa saja Rp 300 ribu. Orang itu juga bilang, jangan kasih tau siapa-siapa diam saja. Saya tanya juga tadi, bukan nya bapak ada di Bangka, habis itu dia diam," ujarnya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved