Tolak Tuntutan Jaksa, Hakim Putuskan Ismiryadi Tak Bersalah

Menyatakan Ismiryadi alias dodot terbukti tidak melakukan politik uang dan menolak tuntutan yang

Bangkapos/Yudha Palistian
Suasana usai persidangan ketika ismiryadi dinyatakan tidak bersalah oleh majelis hakim pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Jumat (20/4/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM,  BANGKA -- Majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang menjatuhkan vonis tidak bersalah terhadap Ismiryadi atau dodot dalam kasus dugaan politik uang.

Sidang yang dijadwalkan awalnya sekitar 20.30 WIB molor menjadi sekitar pukul 21.30  WIB dikarenakan majelis hakim sedang menyelesaikan berkas perkara putusan.

Majelis hakim yang diketuai Sri Endang A Ningsih serta anggota hakim Iwan Gunawan dan Wahyudinsyah Panjaitan menyatakan terdakwa Dodot tidak bersalah dalam kasus politik uang dan menolak tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Menyatakan Ismiryadi alias dodot terbukti tidak melakukan politik uang dan menolak tuntutan yang diajukan oleh JPU," tegas Sri Endang dalam persidangan di Ruang Tirta Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Jumat (20/4/2018) sekitar pukul 21.30 wib.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang beranggotakan R. Isjuniyanto, Ferdiyan, Doddy P menuntut terdakwa dengan hukuman  40 bulan penjara dengan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Ismiryadi didakwa melakukan dugaan politik uang yakni pengisian token listrik sebesar Rp 20 ribu saat berkampanye di kelurahan Asam dan kelurahan Keramat.

Ismiryadi didakwa oleh JPU dengan Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved