Begini Cerita Haru Penerima Zakat Baznas Pangkalpinang

Nasib baik belum berpihak pada Galuh, akrab disapa Yeyen (43), warga Sumberejo, Pangkalpinang. Dia adalah satu dari 258 penerima

Begini Cerita Haru Penerima Zakat Baznas Pangkalpinang
Bangka Pos/Dedi Qurniawan
Yeyen saat berbincang dengan Pjs Wali Kota Pangkalpinang Asyraf Suryadin seusai penyerhan zakat dari Baznas Kota Pangkalpinang di Gedung Serba Guna, Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pangkalpinang, Jalan Gabek Raya, Selasa (25/4/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Nasib baik belum berpihak pada Galuh, akrab disapa Yeyen (43), warga Sumberejo, Pangkalpinang. Dia adalah satu dari 258 penerima zakat Baznas Kota Pangkalpinang yang mendapatkan pembagian santunan di Gedung Serba Guna, Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pangkalpinang, Selasa (25/4/2018) pagi.

Kemalangan bertubi-tubi terus datang menimpa Yeyen sejak sekitar 5 tahun yang lalu. Saat itu, ia mengalami kecalakaan sepeda motor di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semabung, Pangkalpinang.

Akibatnya tulang paha Yeyen patah. Praktis sejak saat itu ia lumpuh.

Penabraknya baru diketahui 10 bulan kemudian sejak kecelakaan terjadi. Dia hanya disantuni Rp 500 ribu ditam‎bah ikan satu kilo setengah sebab penabraknya juga berasal dari kalangan kurang mampu.

"Mau klaim asuransi perlu keterangan dari kepolisian. Ku lapor die masuk penjara, kasihan juga.‎ Jadi biarlah, ikhlaskanlah," tutur dia kepada Bangka Pos.

‎Ibu dengan tiga anak ini yang bekerja serabutan dan mengandalkan bantuan dari sana sini sudah berobat kampung selama satu tahun namun tidak ada perubahan. Dia juga telah operasi, namun gagal.

Belum cukup, Yeyen juga ditinggal cerai oleh suaminya sejak dua tahun lalu. ‎"Sudah lima tahun seperti ini. Berobat kampung satu tahun tapi tidak ada perubahan. Pernah operasi tapi gagal," katanya.

Saat ini, Yeyen mengaku tinggal di pondok‎ berdinding tiplek berukuran 3x4 meter di Sumberejo. ‎Dia memutuskan menetap di lahan milik orang setelah diusir dari kos-kosan yang ia sewa.

Padahal sebelumnya, ia sudah berkorban dengan menjual kursi roda bantuan untuk melunasi tunggakan sewa tersebut.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved