1,5 Juta Tewas hingga Makan Tikus Untuk Bertahan Hidup, Inilah Fakta Kejamnya Rezim Khmer Merah

Khmer Merah bergantung pada metode penyiksaan dan eksekusi yang kejam.

1,5 Juta Tewas hingga Makan Tikus Untuk Bertahan Hidup, Inilah Fakta Kejamnya Rezim Khmer Merah
PopLyft
Rakyat Kamboja antre mendapatkan makanan. Editor: fitriadi 

Bahkan, seorang narapidana terpaksa makan tikus hidup, dan memberi potongan-potongan tubuh tikus itu untuk makan putranya.

Baca: Tak Disangka Begini Jawaban Faye Malisorn saat Ditanya Kapan Menikah dengan Ivan Gunawan

Namun keduanya akhirnya meninggal karena kekurangan gizi.

5. Agama Budha Dilarang, Para Biksu Dibunuh, Kuil-kuil dilarang

Agama Buddha adalah agama yang paling menonjol di Kamboja ketika Pol Pot merebut kekuasaan.

Karena "komunis" radikal tidak menyukai konsep agama, Khmer Merah secara agresif berusaha menghancurkan pondasi budaya.

Dari 66.000 biksu yang ada, 25.000 di antaranya dieksekusi dan lainnya dimasukkan ke kamp kerja paksa.

Setengah dari 4.000 kuil Kamboja dihancurkan, sisanya dilestarikan hanya untuk melayani tujuan lain.

Para bhikkhu dipermalukan di depan umum dan dipaksa untuk mengkonsumsi alkohol dan zat-zat lain yang dilarang oleh keyakinan mereka.

Meskipun penganiayaan resmi berakhir dengan berakhirnya Khmer Merah, agama Buddha tidak dijadikan kembali sebagai agama resmi Kamboja hingga tahun 1989.

(Intisari/Muflika Nur Fuaddah)


 
 
Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved