Kebijakan Pemilik SPBU Bertolak Belakang dengan Kondisi Real Nelayan Sadai

Pernyataan pemilik SPBU yang hanya memperbolehkan kendaraan roda dua dan empat membeli BBM, bertolak belakang dengan kondisi masyarakat Sadai

bangka pos / Anthoni
Pertemuan dan rapat dengan nelayan di kantor desa Sadai, Toboali Kabupaten Bangka Selatan, membahas soal sulitnya memperoleh BBM bersubsidi, Kamis (26/4/2018) tadi siang 

Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pernyataan pemilik SPBU 24.3311.30 Leosin, yang hanya memperbolehkan kendaraan roda dua dan empat membeli BBM, bertolak belakang dengan kondisi masyarakat Sadai, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, dilapangan.

Sebab menurut Kades Sadai M Amin, tidak semua warga desa Sadai, yang notabenenya berprofesi sebagai nelayan memiliki kendaraan. Baik motor maupun mobil. Untuk itu, kebijakan yang dibuat Leosin, dinilai tidak berpihak dan merugikan nelayan Sadai.

Untuk itu, rencannya M Amin akan membuat kesepakatan yang dituangkan dalam peraturan Desa (Perdes), sehingga kebutuhan nelayan Sadai tidak terakomodir dan tidak dikesampingkan.

" Tentunya pernyataan pemilik SPBU itu (Leosin-red) bertolak belakang. Saya tanya sekarang, apakah nelayan itu termasuk kategori warga mampu dan semua punya mobil dan motor. Tidak semua, makanya mengeluarkan kebijakan itu harus liat kondisi real dilapangan. Makanya nanti akan saya buat aturannya, agar hak-hak warga kami tidak dikesampingkan," kata M Amin, Kamis (26/4/2018).(*)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved