Road to Election 2018

Molen: Kami Tak Ingin Menggusur Tapi Menata

Molen memastikan tidak ada kata penggusuran karena Pasar Pagi mempunyai sejarah tersendiri bagi penjual serta pembeli.

Molen: Kami Tak Ingin Menggusur Tapi Menata
BANGKAPOS/YUDHAPALISTIAN
Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil-M Sopian saat berdialog langsung dengan ratusan warga Tuatunu, Kamis (26/4) sore. 

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil-M Sopian kembali menggelar kampanye bersama pedagang di Pasar Pagi Pangkalpinang, Kamis (26/4) Pagi.

Kehadiran pasangan yang diusung oleh PDIP, PKS dan NasDem disambut antusias ratusan pedagang yang sedang berjualan.

Tampak paslon ini tak segan berdialog hingga menyapa para pedagang.

"Kita kenal dengan Molen-Sopian, kedepannya berharap Pasar Pagi ini dibuat lebih rapi," kata Imah (58) seorang pedagang bumbu dapur.

Diakui Molen, pasar merupakan indikator pengukur sebuah daerah, dan wadah berkumpulnya masyarakat bertransaksi guna keberlangsungan kehidupan sehari-hari.

"Oleh karena itu, pasar harus dibuat senyaman mungkin sehingga penjual dan pembeli tidak terganggu serta tertata dengan rapi tanpa merugikan kedua belah pihak," kata Molen.

Ia memastikan tidak ada kata penggusuran karena Pasar Pagi mempunyai sejarah tersendiri bagi penjual serta pembeli.

"Ada hal yang jauh lebih baik kita diskusikan bersama agar nilai sejarah tersebut tidak hilang serta menguntungkan antara pihak penjual pembeli dan pemerintah Pangkalpinang," tambahnya.

Calon Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Sopian mengakui ke depan akan membuat pasar alternatif karena penjual bertambah dan kawasan pun terbatas.

"Penataan pasar pagi harus ditata ulang kembali agar menciptakan suasana nyaman, saya pun sudah lama mengimbau Disperindag mengenai program kartu pedagang semoga ke depannya program ini bisa tercapai dengan baik," jelas Sopian.

Di sore harinya, Molen-Sopian melanjutkan kampanye dialogisnya bersama ratusan Warga Tuatunu, Kamis (26/4) sore.

Aspirasi pun kembali diserap. Mulai dari permasalahan tanah, perekonomian, akses transportasi, dan peningkatan ekonomi warga.

Molen juga meminta izin kepada masyarakat Tuatunu untuk menjadikan Tuatunu menjadi Destinasi Wisata Muslim.

Menurutnya, tanpa menghilangkan kearifan lokal, pusat pengembangan keagamaan Islam Pangkalpinang bisa didapat di Tuatunu.

"Di sini ada masjid tertua Pangkalpinang (Al Mukarom-red). Jadi saya sudah punya grand design pada saatnya nanti wisatawan yang akan berkunjung ke Tuatunu, pintu gerbangnya kita buatkan monumen Al-quran terbesar dengan ucapan selamat datang di kampung Muslim Tuatunu. Nanti, siapapun yang berkunjung wajib berpakaian muslim, begitupun dengan perekomian, belanjanya pun dengan cara muslim tanpa ditawar. Dengan begitu mulai dari agamanya, perekonomian, secara khusus akan memajukan masyarakat," jelas Molen. (q4)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved