Tapioka Langka, Kemas Akui Jika Tiga Pabrik Belum Beroperasi Normal

"Masalah kelangkaan sagu di pasar kami belum bisa memberikan jawaban karena memang bukan kewenangan kami masalah pasar

Tapioka Langka, Kemas Akui Jika Tiga Pabrik Belum Beroperasi Normal
bangkapos/nurhayati
Kemas Arfani Rahman 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman prihatin dengan melambungnya harga tepung tapioka/sagu di pasaran dimana sebelumnya pasokan sempat terhenti selama dua minggu.

Diakuinya untuk kewenangan mengenai harga tepung tapioka/sagu tersebut bukan kewenangan pihaknya karena terkait dengan mekanisme pasar.

Namun pihaknya dari dinas pertanian mengusahakan agar singkong yang dipanen para petani di Kabupaten Bangka ada penampungnya baik di PT Sinar Baturusa Prima (SBP) di Kecamatan Puding Besar, PT Bangka Asindo Agri (BAA) di Kelurahan Kenanga maupun di PT Bangka Mandiri Abadi (BMA) di Kecamatan Riausilip.

"Masalah kelangkaan sagu di pasar kami belum bisa memberikan jawaban karena memang bukan kewenangan kami masalah pasar," ungkap Kemas saat dikonformasi bangkapos.com, Selasa (1/5/2018) di Sungailiat.

Disinggung sudah ada tiga pabrik tapioka tetapi pasokan tapioka di Kabupaten Bangka sendiri bisa langka, menurutnya untuk pasokan tapioka dari PT BMA memang kecil dan sudah ada pasar tersendiri.

Sedangkan di PT BAA karena adanya masalah limbah maka operasionalnya berhenti tidak berproduksi sementara, sementara PT SBP belum berproduksi secara massal masih dalam tahap pra produksi yakni pengujian mesin dan lainnya untuk kegiatan produksi sehingga belum ada pasar khusus.

"Untuk PT BAA di Kenanga sempat dipasarkan tetapi karena produknya dihentikan terkait dengan masalah limbah ya terhenti," ungkap Kemas.

Dikatakannya, untuk produksi PT BAA dan PT SBP ada komitmen dari pihak pabrik akan memasarkan produksi tepung tapiokanya di lokal, baru mengeluarkan produk mereka ke luar daerah maupun pasar ekspor.

Diakui Kemas tepung tapioka/sagu yang ada di Kabupaten Bangka produk asal dari Lampung tetapi produk tersebut juga berasal dari group pabrik yang ada di Kabupaten Bangka seperti masih group PT SBP.

"Jadi mereka satu group istilahnya tapioka dari Lampung itu adalah produksi yang sama yang ada di kita," kata Kemas.

Ditanyakan jika produksi tiga pabrik tapioka di Kabupaten Bangka tersebut bisa normal apakah harga tepung tapioka/sagu bisa stabil kembali, Kemas menyatakan tidak memiliki kewenangan menjawabnya karena masalah harga tergantung pasar.

Namun ia yakin dengan produksinya tiga pabrik tapioka di Kabupaten Bangka tidak hanya bisa mencukupi pasaran daerah tetapi juga bisa ekspor ke luar negeri.

Selain memenuhi kebutuhan Babel juga untuk ekspor karena kapasitas terpasang tiga pabrik tapioka tersebut per harinya bisa mencapai 1.200 ton yang bisa menghasilkan tepung tapioka sebanyak 600 hingga 800 ton tepung tapioka per hari.

"Artinya untuk kebutuhan masyarakat Bangka Belitung sudah over dari pasokan kalau pabrik ini berjalan normal nantinya," jelas Kemas.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved