Pengelolaan Timah yang Tidak Benar di Masa Lalu Bisa Menimbulkan Perang

Hal-hal seperti itu kita harapkan jangan sampai terjadi di masa kini ataupun masa yang akan datang. Karena

Pengelolaan Timah yang Tidak Benar di Masa Lalu Bisa Menimbulkan Perang
Bangkapos/Edwardi
Budayawan dan Sejarahwan Babel. Akhmad Elvian foto bersama para peserta Dialog Kesejarahan Kepulauan Bangka Belitung di Hotel Grand Puncak Lestari, Kamis (03/04/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Budayawan dan Sejarahwan Babel Akhmad Elvian mengatakan apabila pengelolaan timah di masa lalu tidak benar bisa menimbulkan konflik yang luar biasa, yakni bisa menyebabkan terjadinya perang.

"Hal-hal seperti itu kita harapkan jangan sampai terjadi di masa kini ataupun masa yang akan datang. Karena itu persoalan timah ini harus betul-betul dikelola atau di manage secara baik dan benar jangan sampai memicu konflik seperti sejarah timah di masa lampau," kata Elvian saat Dialog Kesejarahan Kepulauan Bangka Belitung di Hotel Grand Puncak Lestari, Kamis (03/04/2018).

Ditambahkannya terkait kearifan lokal di masa lalu, dimana bijih timah dikopongkan pada dasarkan merupakan upaya untuk melindungi lahan-lahan produktif, lahan konservasi, lahan untuk kepentingan publik seperti untuk berhume atau berladang padi, hutan untuk cadangan membuat perumahan, hutan untuk membuat perkampungan itu harus dilindungi oleh masyarakat.

"Makanya para dukun kampung, kepala-kepala rakyat mulai Depati sampai lengan melindungi wilayah itu dari penambangan timah," jelasnya.

Dilanjutkannya, kearifan lokal seperti itu seharusnya dilanjutkan atau dipertahankan, seperti daerah mana yang sudah menjadi kawasan wisata, hutan lindung, sepadan sungai itu lahan-lahan konservasi yang harus dijaga dan dilindungi, jangan dirusak dengan penambangan.

"Penambangan silahkan berjalan tapi harus memperhatikan keseimbangan ekosistem lingkungan " imbuhnya.

Ditambahkannya makanya perlu ada pengaturan atau pengelolaan timah ini secara benar, jangan sampai terjadi konflik.

"Dalam sejarah bisa kita lihat kalau pengaturannya tidak benar bisa berakibat fatal yakni terjadi perang. Jadi sejarah itu mempelajari masa lalu untuk dijadikan pengalaman dan pembelajaran agar bertindak lebih baik di masa kini dan merencanakan lebih baik di masa yang akan datang," tukasnya.(*)

Penulis: edwardi
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved