Breaking News:

Sayur Mayur dan Pangan Babel Masih Tergantung Pasokan Daerah Lain

Pasalnya, produktivitas petani di Bangka belum mencukupi kebutuhan masyarakat Babel secara keseluruhan

bangkapos/idandimeikajovanka
Aktivitas di Distributor Bumbu Dapur di Pasar Atrium Pangkalpinang, Haji Awi. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka


BANGKAPOS.COM, BANGKA – Ketergantungan pasokan pangan dari daerah lain cendrung mempengaruhi harga di Bangka Belitung.

Satu diantara komoditi pangan yang kerap didatangkan dari luar daerah, yakni pasokan cabai merah.

Pasalnya, produktivitas petani di Bangka belum mencukupi kebutuhan masyarakat Babel secara keseluruhan.

Distributor Bumbu Dapur di Pasar Atrium Pangkalpinang, Haji Awi melalui Nanda mengatakan sejauh ini persediaan cabai merah kerap didatangkan dari luar Bangka.

Seperti, Jakarta, Surabaya, Palembang, dan lain sebagainya. Pasalnya hal itu dilakukan karena pasokan dari petani Babel belum mencukupi jumlah yang dibutuhkan masyarakat.

Pengiriman pasokan cabai merah dari luar Bangka rata-rata sebanyak 400 kilogram perhari tetapi dapat berubah tergantung kebutuhan.

Harga jual komoditi pangan ini pada 3/5/2018 adalah Rp.35.000 perkilogram untuk grosiran dan Rp. 38.000 perkilogram untuk pembeli eceran.

“Pasokan kebutuhan bumbu dapur mayoritas didatangkan dari luar Bangka Belitung karena jumlah produktivitas petani belum mencukupi. Sehingga, harga dipasaran sangat bergantung dengan sejumlah faktor, seperti pengiriman, cuaca, dan persediaan barang didaerah penghasil,” ungkap Nanda, Kamis (3/5).(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved