Tak Sesuai Desain Awal, Dua LO Pertanyakan Spanduk Salah Satu Paslon

Kita sudah menyepakati desain-desain yang sudah dimasukan ke KPU sudah jelas urutannya yang mana boleh dan tidak serta

Tak Sesuai Desain Awal, Dua LO Pertanyakan Spanduk Salah Satu Paslon
bangkapos/nurhayati
Rapat LO Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bangka dengan KPU dan Panwaslu Kabupaten Bangka, Kamis (3/5/2018) di Sekretariat KPU Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati
 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Laisson Officer Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka pasangan nomor urut dua yakni Mulkan-Syahbudin dan paslon nomor urut tiga Kemas Daniel-Fadillah Sabri mempertanyakan spanduk milik salah satu  paslon yang dinilai tidak sesuai dengan desain awal dan terkait program Pemerintah Kabupaten Bangka karena dinilai sebagai Bupati Bangka incumbent.

Mereka meminta agar KPU dan Pawaslu Kabupaten Bangka tegas terkait dengan desain spanduk tersebut apakah diperbolehkan atau tidak.

"Kita sudah menyepakati desain-desain yang sudah dimasukan ke KPU sudah jelas urutannya yang mana boleh dan tidak serta jumlahnya segala macam. Mereka menyurati kami dan kami sudah mempersilahkan kalau memang tidak sesuai silahkan tertibkan. Sekarang ada spanduk muncul yang tidak sesuai desain awal itu yang kami tanyakan. Itu boleh atau tidak," ungkap Subhan LO Paslon Mulkan-Syahbudin kepada bangkapos.com disela rapat dengan KPU dan Panwaslu Kabupaten Bangka, Kamis (3/5/2018) di Sekretariat KPU Kabupaten Bangka.

Ia menilai panwaslu lamban menyikapi ini dimana pihaknya hanya meminta kepastian diperbolehkan atau tidak, jangan sampai mengulur-ulur waktu karena sudah memasuki bulan Mei.

Apalagi setelah lebaran mulai memasuki masa tenang hingga waktu pemilihan pada tanggal 27 Juni 2018.

"Kalau boleh, boleh kalau tidak ya tidak itu saja spanduk-spanduk yang tidak sesuai desain awal. Kalau disetujui ya monggo disetujui kami juga akan membuat hal yang sama. Tidak ada masalah sebenarnya kalau sesuai PKPU lakukan. Jangan tidak konsekuen dengan aturan, tidak ada hal-hal yang berbelit-belit dan ada azas keadilan," tegas Subhan.

Menurut Yudi selaku LO Paslon Kemas Daniel-Fadillah Sabri, melihat dari PKPU dan juga prosesnya ada kesepakatan yang dibuat dengan ketiga paslon.

"Ada dasar-dasar di PKPU yang diperbolehkan di wilayah abu-abu tetapi dalam kesepakatan ketiga paslon itu diperbolehkan atau tidak diperbolehkan itu yang harus dipertimbangkan lagi," kata Yudi.

Pihaknya mengikuti seluruh aturan dan kesepakatan yang dibuat KPU, panwaslu dan ketiga LO paslon.

Dijelaskan Zamzami, selaku LO Paslon Tarmizi-Amri Cahyadi, sesuai PKU Nomor 4 Tahun 2017 diatur desain dan materi sebagaimana dimaksud dapat memuat nomor, nama, visi misi, program, foto paslon atau tanda gambar partai politik atau gabungan parpol dab foto pengurus parpol

Ditegaskannya, dilihat dari PKPU tersebut tidak ada APK paslon nomor urut satu yang melanggar. Selain itu juga sesuai prosedurnya pun sudah diajukan surat permohonan untuk dicetak kepada KPU.

"Namun apabila kawan-kawan di paslon lain keberatan ya sah-sah saja. Intinya mereka menanyakan kalau itu melanggar segera ditindaklanjuti tetapi kalau itu benar kami juga pengen cetak. Kami sih sah-sah saja kalau mereka pengen cetak tidak ada masalah. APK mereka pun kalau ingin mengajukan untuk program-program tidak masalah. Artinya kami sudah coba untuk selalu ikut aturan di PKPU. Dalam PKPU boleh menampilkan program-program. Untuk pasangan nomor satu APK yang dipasang sudah kami ajukan," jelas Zamzami.

Disinggung desainnya berbeda dengan desain awal menurut Zamzami, paslon boleh mengajukan desain kepada KPU untuk menambah spanduk atau APK lainnya dimana pihaknya sudah mengajukan itu kepada KPU Kabupaten Bangka.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved