32 Wartawan di Babel Lulus UKW PWI Babel Angkatan V, 3 Wartawan Gagal

Dari jumlah tersebut, 3 wartawan dinyatakan belum lulus UKW dan diminta untuk kembali menyiapkan diri di UKW berikutnya

32 Wartawan di Babel Lulus UKW PWI Babel Angkatan V, 3 Wartawan Gagal
ist
Foto bersama peserta UKW PWI Babel angkatan V. Ujian berlangsung selama dua hari yakni Sabtu-Minggu (5-6/5/2018). (IST) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Sebanyak 32 wartawan di Bangka Belitung (Babel) dinyatakan lulus dalam Ujian Kompetensi‎ Wartawan (UKW) angkatan V yang dilaksanakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Babel selama dua hari, Sabtu-Minggu (5-6/5/2018) di Kantor Bupati Bangka, Sungailiat.

Ketua Koordinator UKW PWI, Uyun Achadiat mengatakan, kelulusan peserta dalam UKW adalah awal bagi seorang jurnalis baik Muda, Madya, ataupun Utama. Hal yang penting lainnya adalah etika.

‎Dia berpesan agar ‎seorang wartawan tetap memegang teguh etika dalam menjalankan profesinya.‎ Etika lah yang menjadi rambu-rambu seorang pekerja pers dalam bertugas.

Pada 2019, kata Uyun, mata uji UKW juga akan ditambah satu yakni tentang Undang-undang Pers dan Kode Etik.

"UKW hanya menguji keterampilan teknis, dalam profesi satu hal yang perlu diperhatikan itu adalah etika," kata dia saat mengumumkan hasil UKW PWI Babel angkatan V.

Sertifikat UKW yang diberikan juga bisa dicabut apabila seorang pekerja pers melanggar etika yang berat.

Selain memperhatikan hal-hal kecil terkait teknis, Uyun berharap jurnalis yang telah ikut UKW juga dapat memberikan contoh pada rekan-rekan pers lainnya.

"Memberi contoh kepada kawan-kawan lain. Jadi (status lulus UKW) akan sangat berat,"katanya.

UKW PWI Babel angkatan V diikuti oleh 35 wartawan di Babel. Mereka terdiri dari 18 wartawan Muda, 11 Madya, dan 6 wartawan Utama.

Dari jumlah tersebut, 3 wartawan dinyatakan belum lulus UKW dan diminta untuk kembali menyiapkan diri di UKW berikutnya.

"Ini bukan kiamat, masih banyak waktu karena ini hanya pengujian saja....namanya juga belum, bukan tidak," ujarnya.

Wakil Sekretaris PWI Babel Fahrudin me‎ngatakan, ‎UKW adalah alat untuk mengevaluasi sekaligus menyegarkan standar kerja seorang wartawan. Dia berharap UKW dapat memberi pengaruh postif bagi insan pers di Babel.

"Mudah-mudahan memberi manfaat bagi kita, media kita, dan dunia jurnalisme umumnya," kata dia. (*)‎

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved