Breaking News:

200 Peserta SBMPTN 2018 Pilih Ujian Tulis Berbasis Komputer

Sebanyak 200 dari 2.400 peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Panitia Lokal (Panlok) 24 Pangkalpinang

Penulis: Herru Windharko | Editor: Evan Saputra
Istimewa
SIMULASI UTBK -- Sehari menjelang Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk SBMPTN 2018, Panlok 24 Pangkalpinang menggelar simulasi UTBK di Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Merawang, Bangka. Dalam gambar tampak pegawas dan teknisi tampak serius mengikuti simulasi tersebut. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 200 dari 2.400  peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Panitia Lokal  (Panlok)  24 Pangkalpinang, memilih Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Kampus Terpadu Universirtas Bangka Belitung (UBB),  Selasa (8/5) pagi.

“Mereka mengikuti UTBK di  lima laboratorium komputer UBB,  yang dijadikan ruang pelaksanaan   UTBK. Laboratorium komputer itu tersebar di Gedung Babel IV, Babel III,  Timah 2 dan Timah 1,” ujar Ghiri Basuki, Penanggungjawab Pelaksana (PP)  UTBK UBB,  Senin (07/05) petang.

Agar peserta leluasa ketika menjawab soal-soal UTBK, panitia sengaja mengisi tiap ruangan  40 unit komputer yang spesifikasi sesuai ketentuan panitia SBMPTN.  Setiap ruangan UTBK diawasi oleh dua pengawas dan seorang teknisi komputer yang mumpuni.

“Senin pagi, kami telah melaksanakan simulasi UTBK.  Hasilnya sangat memuaskan.  Semua komputer siap untuk digunakan semua peserta UTBK.   Sejauh ini,  tidak  kami temukakan apa jua halangan yang berarti!,” tukas Ghiri Basuki yang adalah juga Ketua TIK UBB.

UBB telah dua kali menggelar SBMPTN melalui UTBK (computer based test).  Yaitu pada tahun 2017, dengan 140  peserta, dan pada tahun ini (2018)  naik menjadi 200 peserta.  Sebagian besar peserta berasal dari Pulau  Bangka, Belitung dan sekitarnya.

“Mengenai jurusan, fakultas atau universitas yang mereka pilih, selain UBB itu sendiri,  terus terang data itu belum  dapat kami publikasikan ke publik.  Nanti ketika hasil UTBK diumumkan, barulah  kita peroleh informasi jurusan, fakultas dan atau universitas mana yang  mereka pilih,” terang  Ghiri.

Sesuai aturan yang berlaku di SBMPTN,  peserta dapat mengikuti tes melalui UTBK dan Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC).  Mereka juga dipersilakan memilih jurusan, fakultas dan universitas/perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia, selain UBB.

“Perbedaan antara  UTBK dan UTBC, antara lain  terletak pada pengisian biodata peserta, di mana untuk UTBK peserta tidak perlu mengisi biodata peserta karena sudah ada di dalam sistem UTBK itu sendiri.  Ini berarti pada UTBK tidak terdapat kesalahan dalam pengisian biodata peserta,” ujar Ghiri.

Sementara itu Basuki Rahmat, teknisi server UTBK meminta semua peserta UTBK untuk datang ke lokasi ujian di Kampus UBB, Balunijuk, Merawang, Bangka, lebih awal.   Mereka juga harus sudah mengetahui lokasi ujian mereka sehari sebelum UTBK dilaksanakan.

“Jangan sampai ketika sirene berbunyi sebagai tanda UTBK dimulai, mereka masih mencari-cari lokasi ruangan UTBK.  Perlu diketahui, waktu ujian UTBK dan UTBC adalah sama, yaitu untuk ujian Saintek dimulai pukul 07.30. Yaitu tes Kemampuan Dasar Saintek, atau TKD Saintek.   Sedangkan waktu soshum dimulai pukul 10 wib, yaitu berupa tes Kemampuan dan Potensi Akademik, atau TKPA, ” ujar Basuki.

Menurut  Ghiri, dalam UTBK tidak memungkinan antarpeserta saling bekerjasama.   Selain memang itu dilarang,  tiap peserta mendapat soal UTBK yang berbeda.  Hal itu dimungkinkan karena UTBK mempuyai bank soal yang mengoleksi jutaan soal.

“Soal di bank soal UTBK dibuat oleh para ahli dan guru besar yang kompeten di bidangnya.  Soal itu pun senantiasa di ‘up-date’, sehingga selalu aktual dengan kekinian.   Tentu saja tidak ada peluang terjadinya kebocoran soal, ” terang Ghiri.

Melalui UTBK,  jawabab ata soal  tes untuk  setiap peserta dapat langsung diproses,  dan mendapatkan nilai.  Berbeda dengan UTBC, lembaran jawaban peserta harus lebih dahulu  di ‘scanning’ oleh alat ‘scanner’ khusus, baru  diketahui nilai para peserta.

“Perlu diketahui, UTBK ini merupakan model tes masa depan.  Ia menggantikan UTBC secara bertahap.  Dengan kata lain, di masa yang akan datang Kemenristek Dikti  akan menggantikan UTBC  menjadi UTBK.   Di mana UTBK ini nantinya, selain menggunakan komputer juga dapat menggunakan media ‘smart phone’ berbasis android.  Tahun ini UTBK berbasis ‘smart phone android’  sedang diujicoba di Universitas Pajajaran, Bandung, sebanyak 500 peserta,” ujar Ghiri.

Ditambahkannya, apabila ujicoba itu berhasil maka UTBK berbasis ‘smartphone android’ akan diterapkan pada SBMPTN di  seluruh  perguruan tinggi negeri Indonesia. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved