Begini Kronologis Pertandingan Berujung Kerusuhan di OROM Sungailiat
Saat adu pinalti, Tim Kesebelasan (PS) Young Gun Koba Bangka Tengah menang skor 4-3 atas kesebalasan PS Al Ghani II Pasar Kite
Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Saat adu pinalti, Tim Kesebelasan (PS) Young Gun Koba Bangka Tengah menang skor 4-3 atas kesebalasan PS Al Ghani II Pasar Kite Sungailiat Bangka.
Kemenangan tim tamu membuat suporter tuan rumah, PS Al Ghani II berang dan mengamuk, berusaha menyerang wasit. Begini kronologis kejadian di Lapangan Sepakbola OROM Sungailiat Bangka, Senin (7/5/2018) petang hingga malam.
Awalnya pertandingan berjalan lancar. Kedua pemain di dua kubu berlaga saling jebol jaring lawan. Hingga Wasit Utama, Indra Boy meniup peluit panjang, kedua kesebelasan dinyatakan imbang, skor 1-1.
Wasit kemudian menyatakan kedua kesebelasan adu pinalti, yang kemudian berakhir skor 4-3 atas kemenangan PS Young Gun Koba Bangka Tengah.
Saat itulah suporter atau pendukung PS Al Ghani II Pasar Kite Sungailiat, mulai memanas. Mereka melempar botol minuman mineral ke lapangan dan menghujat wasit, atas tuduhan tak netral memimpin pertandingan.
Bahkan mereka berusaha turun dari tribun penonton dan masuk ke lapangan untuk menyerang wasit, namun berhasil dihalau tim keamanan.
Pihak keamanan pertandingan mengamankan wasit di tengah lapangan agar tidak jadi bulan-bulanan suporter tadi. Sementara pihak kemananan lainnya menutup pintu besi di tribun agar suporter tak masuk ke lapangan. Panitia kemudian menelpon pihak kepolisian, untuk membantu mengamankan suasana. Hampir satu jam suasana memanas, setelah pertandingan dinyatakan usai.
"Ayo bubar..bubar semua, pulang semua," teriak Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Andi Purwanto berusaha mengusir suporter agar tak lagi membuat keributan.
Penanggung-Jawab Pertandingan, Asep Setiawan ditemui di sela-sela keributan di Lapangan OROM Sungailiat Bangka, Senin (7/6/2018) malam sekitar pukul 19.00 WIB, memastikan pada akhirnya situasi berhasil diamankan oleh pihak keamanan.
"Biasa lah dalam sebuah permainan (ribut). Tapi kan sampai bagian akhir dalam keputusan wasit, kedua pemain menerima, sama-sama adu pinalti. Keputusan wasit kan juga disetujui oleh semua manajer (kedua kesebelasan)," kata Asep.
Asep menyatakan, sebenarnya tak ada masalah antar pemain di kedua kesebelasan. Justru yang jadi pemicu kerusuhan, dari sebuah kelompok pendukung atau suporter, yaitu pendukung PS Al Gani II Pasar Kite Sungailiat, yang merasa tidak puas.
"Yang jadi pemicu kerusuhan penonton, ya itu biasa mungkin tidak puas. Dalam kondisi brutal melempar botol dan lain-lainnya. Kita selaku panitia penyelenggara wajib sabar, ya namanya juga penonton," kata Asep.
Tak disangkal Asep, sebelum tim kepolisian Polres Bangka datang, pihak keamanan pertandingan sempat mengevakuasi wasit terdiri dari Wasit Utama, Indra Boy, Wait I Rizal, Wasit II Ririn dan Wasit Cadangan, Ilyas. Tim wasit ini diamankan di tengah lapangan hingga suasana berubah gelap karena hari menjelang malam.
"Wasit tertahan di tengah lapangan, sekitar tiga perempat jam lah, di dalam lapangan," katanya.
Dilansir sebelumnya disebutkan, perrtandingan sebakbola PS Al Ghani II Pasar Kite Sungailiat Bangka melawan PS Young Gun Koba Bangka Tengah berakhir ricuh, Senin (7/5/2018) petang. Kerusuhan terjadi bukan antar pemain, melainkan sekelompok suporter dari PS Al Ghani II Pasar Kite Sungailiat. Mereka mengamuk menuding wasit tidak netral, dan berusaha menyerang wasit ke tengah lapangan .
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/suasana-saat-wasit-di-tengah-lapangan_20180507_200616.jpg)