Breaking News:

Menteri Agama Ajak HTI Kembali ke Pancasila dan NKRI

PTUN Jakarta memperkuat keputusan Pemerintah yang mencabut dan membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI).

Editor: fitriadi
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saefuddin 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta memperkuat keputusan Pemerintah yang mencabut dan membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI).

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menilai keputusan tersebut menunjukan langkah Pemerintah mencabut status hukum HTI bukan tindakan sewenang wenang.

“Menurut majelis hakim PTUN, banyak bukti HTI tidak sepaham dengan Pancasila. Banyak bukti pula yang menunjukkan upaya HTI ingin mengubah Pancasila,” terang Menag saat dimintai tanggapannya terkait putusan PTUN usai membuka Ijtima ‘Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia di Banjar Baru, Kalsel, Senin (7/5/2018).

Baca: Awal Ramadan 1439 H Akan Ditentukan Pada Sidang Isbat 15 Mei 2018

Pengadilan Tata Usaha Negara (TUN) menolak gugatan yang diajukan pihak Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI) terhadap Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada Senin (7/5/2018).

“Dengan adanya putusan tersebut, Pemerintah mengajak segenap eks anggota HTI untuk kembali ke pangkuan Pancasila dan NKRI yang sesungguhnya amat religius ini,” sambungnya.

Diketahui gugatan HTI pada Pemerintah didaftarkan sejak 13 Oktober 2017 lalu.

Gugatan tersebut bernomor 211/G/2017/PTUN.JKT.

Baca: Demokrat Dorong Koalisi Poros Ketiga Mengusung Pasangan Gatot-AHY di Pilpres 2019

Ditolaknya gugatan HTI terhadap pemerintah, maka Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-30.AH.01.08 tahun 2017 tentang Pencabutan Status Badan Hukum HTI dinyatakan tetap berlaku.

"Menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya," kata Ketua Majelis Hakim Tri Cahya Indra Permana dalam pembacaan putusan di PTUN, Jakarta Timur, Senin (7/5/2018). (Tribunnews/Rina Ayu Panca Rini)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PTUN Tolak Gugatan HTI, Menag Ajak HTI Kembali ke Pancasila

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved