Kamis, 11 Juni 2026

Dimulai Sejak Tahun 1972, Terasi Toboali Terkenal Hingga ke Mancanegara

Terasi atau yang lebih dikenal dengan nama Belacan, mungkin sudah tak asing di telinga masyarakat Kepulauan Bangka Belitung.

Tayang:
Penulis: Antoni Ramli | Editor: Evan Saputra
Istimewa
Terasi 

Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni Ramli 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Terasi atau yang lebih dikenal dengan nama Belacan, mungkin sudah tak asing di telinga masyarakat Kepulauan Bangka Belitung.

Di provinsi kepualauan Bangka Belitung khususnya Toboali, Kabupaten Bangka Selatan menjadi kota sentra penghasil dan pembuatan panganan berbahan dasar udang ini.

Terasi
Terasi (Istimewa)

Di kota Toboali sendiri ada sejumah Kampung/desa yang menjadi sentra penghasil dan pembuatan terasi udang. Salah satunya Kampung Padang Toboali yang sejak puluhan tahun silam dikenal sebagai sentra pembuatan terasi.

Hanya butuh waktu kurang lebih lima sampai sepuluh menit untuk mencapai kampung sentra pembuatan terasi ini.

Terasi di kawasan ini, terbuat dari bahan dasar udang laut dan bebas dari campuran ikan. Tak heran jika terasi Toboali terkenal hingga ke mancanegara.

Ditambah teksturnya yang lembut, warna kemerahan dan aroma udang yang menyengat, menjadi pembeda terasi Toboali dengan terasi-terasi lainya.

Terasi
Terasi (Istimewa)

Itu sebabnya banyak orang/wisatawan menyukai dan menjadikan terasi sebagai buah tangan mereka saat berkunjung ke kota Toboali.

" Rata-rata kalau industri rumahan pembuat terasi ini dimulai sejak tahun 1972. Dan bahan bakunuya murni udang, tanpa ada campuran ikan sedikit pun. Makanya tekstur, aroma dan warna belacan (terasi-red) disini (Toboali-red) ini laris hingga ke mancanegara seperti prancis, jepang, dan singapura," kata Syahroni satu dari sejumlah pembuat terasi di Kampung Padang, Rabu (9/5/2018)

Lebih lanjut dikatakan Syahroni, Proses pembuatan Terasi Toboali sendiri cukup panjang yakni melalui pengolahan lalu proses penjemuran sekitar dua jam. Setelah kering, Udang kemudian ditumbuk dan dicampur garam di dalam alat yang disebut lesung.

Setelah ditumbuk kasar, maka bahan setengah jadi tersebut diendapkan selama satu hari. Keesokannya bahan yang telah diendapkan tersebut dijemur kembali dan ditumbuk hingga halus dan proses pengepakan dilakukan.

Terasi
Terasi (Istimewa)

" Setelah bahan baku ditumbuk di dalam lesung, kemudian di jemur minimal dua jam lamanya. Kondisi cuaca ini sangat menentukan hasil pembuatan terasi. Bagusnya, panas ya karena proses pengeringannya bisa langsung di packing," bebernya.

Dalam sehari, Syahrooni dan pengrajin terasi lainnya mampu menghasilkan puluhan hingga ratusan pack dan kilogram terasi udang. Tiap kilogram terasi dibandrol dengan kisaran mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu.

Biasanya, terasi-teerasi produk rumahan Kampung Padang ini, dipasarkan ke kota Pangkalpinang, Sungailiat, Koba, Muntok, Jakarta bahkan luar negeri.

" Sehari bisa produksi puluhan bahkan sampai ratusan kilogram. Sekilonya biasa kami jual 50 ribu hingga 60 ribu. Tergantung bahan baku nya. Paling banyak dikirim ke pangkal, kadang-kadang jakarta, tergantung orderan," pungkas Syahroni.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved