Icon Dusun Aik Anget Hilang, Sumber Air Panas Tertutup Lumpur Akibat Ulah Penambangan

Kondisi sumber air panas di Dusun Aik Anget Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka saat ini sudah tidak ada lagi karena

Icon Dusun Aik Anget Hilang, Sumber Air Panas Tertutup Lumpur Akibat Ulah Penambangan
Istimewa
Tim Satpol PP Kabupaten Bangka saat memantau sumber air panas di Dusun Aik Anget, Selasa (8/5/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Kondisi sumber air panas di Dusun Aik Anget Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka saat ini sudah tidak ada lagi karena tertutup lumpur.

Icon Dusun Aik Anget tersebut saat ini sudah hilang karena air di sumber tersebut yang dulunya panas sekarang sudah tidak panas lagi. Kondisi ini sangat disayangkan Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman.

Saat ia bersama Tim Satpol PP Kabupaten Bangka memantau lokasi tersebut ternyata sumber air panas di Dusun Aik Anget itu sudah dipenuhi lumpur.

"Kondisi ini terjadi akibat bekas penambangan. Kalau TI tidak ada lagi sejak kami stop dan sita pada Bulan Oktober tahun lalu, cuma sekarang kami lihat sudah dipatok-patok warga lahan tersebut," sesal Suherman kepada bangkapos.com, Rabu (9/5/2018).

Padahal lokasi tersebut menurut Suherman merupakan kawasan hutan produksi.
Ia juga menyayangkan tidak ada usaha pihak aparat Dusun Air Anget maupun Desa Gunung Pelawan untuk mengembalikan air panas tersebut menjadi seperti dulu.

"Sangat disayangkan. Dulunya masyarakat sering ke lokasi tersebut untuk wisata sekarang sudah tidak ada lagi. Padahal nama Dusun Aik Anget diambil dari sumber air panas ini lah.Sangat disayangkan karena sumber air panas di Bangka ini sangat langka sekali," sesal Suherman.

Ia berharap ada pengawasan dari pihak Dinas Kehutanan Babel karena kawasan hutan produksi apalagi sekarang kewenangan kehutanan menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

"Imbauan warga untuk menjaga di rawat bersama Jangan sampai lahan sumber air panas ini dikuasai seseorang sehingga ke depan tidak bermasalah untuk pengembangan daerah khusus untuk wisata," imbau Suherman.

Penulis: nurhayati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved