Kisah 4 Polwan Nyamar PSK, Langsung Diterima Bekerja, Dikira Orang Gila hingga Kaget Bertemu Bosnya

Awalnya kedua polwan ini sempat canggung karena harus merubah kebiasaan dengan berdandan seksi.

BANGKAPOS.COM - Seringnya mendapat laporan dari masyarakat tentang dugaan adanya bisnis prostitusi yang mempekerjakan gadis di bawah umur menggugah hati jajaran polisi wanita.

Salah satunya menggugah hati nurani Kapolsek Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rochana Sulistyaningrum.

Tak tanggung-tanggung, ia pun terjun langsung ke lapangan membuktikan kebenaran dari laporang masyarakat tersebut.

Bahkan ia mengatur strategi sendiri dengan nekat menginformasikan kepada anggotanya perihal rencana penyamarannya menjadi pekerja seks komersial (PSK).

Sasaran pertama dalam penyamarannya yaitu lokasi di Warung Kopi Kuro-Kuro di Dukuh Rames, Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa.

Baca: Merdunya Suara Polwan Bripda Nindya, Curi Perhatian Netizen Kala Berduet dengan Judika

Berikut kisah sang Kapolsek yang menyamar jadi PSK yang dilansir dari Kompas.com dan Tribunnews.com.

1. Awalnya bergerak sendiri

Sepekan sebelum melakukan penggerebekan ke Warung Kopi Kuro-Kuro, ia bergerak sendiri menelusuri bisnis esek-esek terselubung itu.

Dengan mengendarai sepeda motor, Rochana yang berpakaian preman mulai bertanya-tanya kepada warga sekitar. Ia mulai bercengkerama dengan orang yang ada di dalam Warung Kopi Kuro-Kuro.

2. Modus warung kopi

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved