Kamis, 7 Mei 2026

Limbah Kepala Sawit Disulap Menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Biogas

Kelapa sawit adalah salah satu komoditas unggulan Indonesia. Tumbuhan yang berasal dari Afrika ini dapat diolah untuk bahan baku makanan

Tayang:
Editor: Evan Saputra
Bangka Pos/Yudha Palistian
Suasana peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Biogas yang diolah oleh PT Bangka Biogas Synergy di desa cengkong abang, mendo barat, Senin (14/5/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM,  BANGKA -- Kelapa sawit adalah salah satu komoditas unggulan Indonesia. Tumbuhan yang berasal dari Afrika ini dapat diolah untuk bahan baku makanan, minyak industri dan lainnya.

Limbah hasil pengolahan sawit pun dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di setiap pabrik pengolahan kelapa sawit menjadi sebuah kewajiban perusahaan agar limbah sawit bisa diolah menjadi listrik dan tak mencemari lingkungan.

Bangkapos berkesempatan mengunjungi PLTBg milik PT Bangka Biogas Synergy salah satu anak usaha dari Djohan Ridwan Hasan, di Cengkong Abang, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.

Untuk bisa mencapai lokasi PLTBg tersebut, perjalanan menuju area PLTBg dari jalan raya mendo barat sekitar 40 menit. Sepanjang perjalanan, perkebunan kelapa sawit menghiasi sisi kiri dan kanan jalan.

Memasuki kebun kelapa sawit, jalanannya berdebu dan tidak beraspal. Masuk ke dalam komplek PLTBg, terdapat tangki-tangki besar berwarna hijau dan satu tangki vertikal berwarna putih keabu-abuan.

Komisaris PT Bangka Biogas Synergy (Djohan Ridwan Hasan)  mengatakan PLTBg ini adalah salah satu pencegahan untuk mengurangi limbah kepala sawit.

"Kami mengurangi limbah kelapa sawit lalu diolah menjadi PLTBg.  Limbah-limbah yang sudah diolah di dalam tangki akan menghasilkan gas. Gas inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk sumber tenaga listrik," tuturnya.

Kapasitas PLTBg sebesar 2,2 MW. Dari 2,2 MW listrik yang dihasilkan itu, serta rencananya akan dijual ke PLN agar bisa disalurkan ke masyarakat sekitar.

Dalam waktu yang bersamaan,  Gubernur Bangka Belitung,  Erzaldi Rosman menyampaikan sangat mengapresisasi tenaga baru yang ada di Babel.

"Saya berharap kedepannya tenaga listrik ini bisa berkesinambungan serta mengurangi energi solar.  Sebab solar justru akan menambah inflasi di daerah,  sehingga apabila semuanya sudah digunakan melalui listrik akab menekan laju inflasi dan menambah para investor masuk ke Babel," tutupnya.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved