Mengenal Black Widow, Barisan Janda Pembom Bunuh Diri nan Mematikan yang Penuh Dendam

Tampilan perempuan yang seringkali dipahami sebagai kurang mengancam adalah alasan yang sangat masuk akal

Mengenal Black Widow, Barisan Janda Pembom Bunuh Diri nan Mematikan yang Penuh Dendam
The sun
Ilustrasi batalion janda hitam ISIS. 

Hal itu mendapat celah bagi lengahnya pihak keamanan yang tak berpikir bahwa perangkat bom bunuh diri dapat diselundupkan pada tubuh perempuan.

Dengan terbunuhnya sang suami tercinta, perempuan ini otomatis menjadi janda.

Tidak sembarang janda lemah, mereka kemudian menjelma kuat dan muncullah fenomena Black Widow (janda hitam).

Contoh aksi Black Widow ini adalah pada 2000 ketika Khava Barayeva dan Luiza Magomadova meledakkan diri di pangkalan Angkatan Darat Rusia di wilayah Kaukasus Utara Chechnya.

Sejarah Black Widows Rusia atau yang dikenal sebagai Shahidka sendiri  setelah kejadian itu menjadi marak.

Lebih dari 50 insiden Black Widow serupa kemudian menghantui Rusia.

Kondisi sosial dan perpolitikan pastinya juga mempengaruhi gerakan-gerakan ini.

Setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991 sekelompok pemberontak Chechnya menyatakan bahwa mereka adalah pemerintah yang sah.

Yang terjadi selanjutnya adalah gerakan separatis Chechnya yang dipimpin oleh Doku Umarov atau yang memiliki nama arab Dokka Abu Umar.

Umarov mendukung ide pan-Islamisme dan ideologi jihadis, bahkan berambisi membentuk Emirat Kaukasus Utara.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved