Mengenal Black Widow, Barisan Janda Pembom Bunuh Diri nan Mematikan yang Penuh Dendam

Tampilan perempuan yang seringkali dipahami sebagai kurang mengancam adalah alasan yang sangat masuk akal

Mengenal Black Widow, Barisan Janda Pembom Bunuh Diri nan Mematikan yang Penuh Dendam
The sun
Ilustrasi batalion janda hitam ISIS. 

Suatu waktu, pemimpin militan Chechnya ini ingin menggagalkan Olimpiade Musim Dingin Februari 2014 di Sochi, Rusia.

Dia pun memanfaatkan sumber daya Black Widow ini.
Hal itu juga dianggap sebagai memaksimalkan kekuatan.

Sifat dan kekuatan yang tepat dari pengaruh Umarov khususnya terhadap para jihadis perempuan tidak diketahui.

Namun, para pejuangnya mungkin berjumlah ribuan, menurut Rajan Menon, seorang rekan senior di lembaga Dewan Atlantik yang bermarkas di Washington.

"Dia mungkin memiliki beberapa ribu pejuang di pembuangannya, tapi keliru melihatnya sebagai kepala gerakan perlawanan yang bersatu dan terpusat," kata Menon sebagaimana dilansir dalam english.alarabiya.net.

Sebagian besar pembom bunuh diri perempuan itu memang dimotivasi balas dendam atas kematian orang yang dicintai yang dibunuh oleh tentara Rusia.

Hal itu terjadi tidak lain karena untuk membendung pemberontakan.

Jaringan misterius

Rasa sakit kehilangan dari para perempuan yang ditinggal oleh suami mereka yang seorang jihadis ini memudahkan perekrutan.

Mereka mungkin direkrut oleh jaringan misterius yang menghasut untuk melakukan 'aksi kemartiran' bom bunuh diri.

Halaman
1234
Editor: tidakada016
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved