Hari Pertama Hingga Ketiga Ramadan, Tempat Hiburan Malam Dilarang Beroperasi

Pemkab Bangka meminta agar seluruh pemilik tempat hiburan seperti diskotik, karaoke, panti pijat tempat penjualan minuman beralkohol

Hari Pertama Hingga Ketiga Ramadan, Tempat Hiburan Malam Dilarang Beroperasi
Bangka Pos/Nurhayati
M Dalyan Amrie 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemkab Bangka meminta agar seluruh pemilik tempat hiburan seperti diskotik, karaoke, panti pijat tempat penjualan minuman beralkohol dan sejenisnya agar menutup sementara kegiatannya mulai hari pertama hingga hari ketiga Ramadan untuk menghormati dan menjaga kesucian bulan Ramadan 1439 Hijriah/2018 Masehi.

Untuk hari keempat Ramadan hingga H+2 Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah/2018 Masehi kegiatannya boleh dilaksanakan dari mulai pukul 21.00 WIB hingga 02.00 WIB.

Imbauan ini berdasarkan Surat Edaran Bupati Bangka Nomor 451.13/0856/II/2018 Tanggal 5 Mei 2018 yang ditandatangani Plt Bupati Bangka Rustamsyah guna menghindari keraguan dalam pelaksanaan di lapangan.

Sedangkan bagi seluruh pemilik rumah makan seperti restoran, kafe, toko, warung makan, warung bakso dan sejenisnya agar menutup sementara kegiatannya pada siang hari untuk menghormati dan menjaga kesucian bulan Ramadan.

Penutupan sebagaimana dimaksud point 1 dan 2 dimulai dari H-1 Suci Ramadan hingga H1 + 2 hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah/2018 Masehi.

"Bagi pemilik rumah makan yang tetap buka pada siang hari diharuskan menggunakan tabur/tirai/penghalang sehingga tidak tampak jelas dari luar," jelas Kepala Satpol PP Kabupaten Bangka M Dalyan Amrie, Rabu (16/5/2018) kepada bangkapos.com di Kantor Satpol PP Kabupaten Bangka.

Untuk itu ia menegaskan bagi pemilik tempat hiburan malam dan rumah makan yang tidak mengindahkan instruksi ini maka Pemkab Bangka akan menindak secara tegas sesuai peraturan perundangan yang berlaku dengan cara mencabut perizinan yang telah dikeluarkan Pemkab Bangka.

Selain itu juga selama bulan puasa Ini bagi pemilik rumah makan, warung, toko, dilarang menjual minuman beralkohol.

Namun diakui Dalyan ada juga pemilik tempat hiburan yang menyampaikan permohonan keringanan kepada Plt Bupati Bangka sehingga dikeluarkanlah surat edaran perubahan tersebut.

Dimana sebelumnya dalam surat edaran bupati selama Ramadan tempat hiburan malam tidak boleh beraktivitas.

"Dari pihak Tanjung Pesona meminta keringanan dan rumah makan itu diperbolehkan untuk buka siang hari tetapi mereka harus memasang takbir sehingga tidak kelihatan dari luar ada aktivitas makan minum," jelas Dalyan.

Dia menegaskan jika masih melanggar nanti ada semacam surat teguran yakni teguran pertama kemudian teguran kedua tetapi jika tetap membandek mereka akan dipanggil dan dicabut izinnya izin usahanya. "Nanti yang akan mengatur ini adalah dari kami Satpol PP dalam penegakan perda," tegas Dalyan.

Pada Tahun 2017 lalu ada tiga tempat hiburan yang melanggar. Pihaknya sudah kami membuat surat teguran pertama dan tiga tempat hiburan yang melanggar tersebut secara tertulis menyatakan mentaati surat edaran Bupati Bangka.

Penulis: nurhayati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved