Dua Pelimbang Timah Tewas Tersambar Petir, Sudah 14 Orang Tewas Tersambar Petir di Babel

Tewasnya dua pelimbang timah di Toboali menambah jumlah korban sambaran petir di Babel.

Dua Pelimbang Timah Tewas Tersambar Petir, Sudah 14 Orang Tewas Tersambar Petir di Babel
net
Ilustrasi 

Sudah 14 Orang Tewas Tersambar Petir

Tewasnya dua pelimbang timah di Toboali menambah jumlah korban sambaran petir di Babel.

Sepanjang empat tahun terakhir korban tersengat listrik dari sambaran petir di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai 90 orang, 14 diantaranya tewas.

Umumnya, masyarakat Babel yang tersengat listrik ini berada di alam terbuka dan dilokasi pertambangan.

Kejadian tersambar petir ini banyak terjadi di Bangka Barat dan Bangka.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Babel, Aswind mengatakan bencana yang terjadi di Babel merupakan bencana hidrometeorologi yang berkaitan dengan air, angin, dan petir, pasalnya Babel merupakan daerah persimpangan perputaran arus dan angin.

"Banyak lahan yang sudah terbuka, persoalan di daerah pertambangan unsur tanah mengandung logam biji menjadi magnet yang menghantarkan petir," jelasnya awal bulan Mei lalu.

Ia menyebutkan, masyarakat yang dominan tersengat listrik ialah penambang terbuka tanpa dilengkapi alat pelindung.

"Kebanyakan di lokasi TI, mereka lagi ngelimbang atau beroperasi, padahal sudah tau hujan dan petir. Ini yang bersiko karena biji logam itu menghantarkan magnet. Banyak pekerja tambang yang meninggal lagi kerja badannya langsung gosong, baru-baru ini 22 April lalu anaknya yang kena samber petir, ibunya enggak kena pas lagi ngelimbang," sebutnya.

Selain di lokasi tambang, lokasi ketinggian seperti bukit juga kerap memakan korban akibat sengatan listrik.

"Di bukit Pau langsung 3 tewas satu keluarga tersambar petir secara bersamaan, memang rawan kalau ketinggian dan tempat terbuka," tambahnya.

Halaman
123
Penulis: Antoni Ramli
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved