Ipda Auzar Sempat Shalat Duha Sebelum Tewas Ditabrak Mobil Teroris di Mapolda Riau

Selain memiliki pesantren, Ipda Auzar memiliki yayasan anak yatim piatu yang mendidik lebih dari 500 anak kurang beruntung.

Ipda Auzar Sempat Shalat Duha Sebelum Tewas Ditabrak Mobil Teroris di Mapolda Riau
Kolase TribunSolo.com
Ipda Auzar yang ditabrak mobil teroris di Mapolda Riau. 

Tak hanya di musala KONI Riau, Ipda Auzar juga selalu menjadi imam salat zuhur dan ashar di Mesjid Ikhlas Jalan Mendut.

Kemudian, Ipda Auzar yang berusia 55 tahun ini juga sering mengumangdangkan azan ketika hendak salat.

Ya. Ipda Auzar ini seorang muazin dan juga imam musala.

Baca: 3 Pasukan Elite TNI Ini Diam-diam Sudah Turun Berantas Teroris, Sosoknya Misterius dan Menyeramkan

3. Sosoknya baik dan religius

Dikatakan Rudy, semasa hidupnya almarhum Ipda Auzar dikenal sebagai sosok yang baik.

Selain aktif menjalankan tugasnya sebagai anggota polisi, almarhum Ipda Auzar juga dikenal sebagai sosok yang agamanya kuat.

Dia merupakan sosok imam, guru ngaji, ustadz, sekaligus ulama.

Sesaat sebelum peristiwa itu sebut Rudy, almarhum Ipda Auzar bermaksud hendak menyampaikan kegiatan keagamaan kepolisian di bulan Ramadan kepada anggota lainnya.

"Karena beliau ini aktif di kegiatan keagamaan di Polda. Beliau kan agamanya bagus, ustadz juga, ulama juga," tutur Rudy.

Baca: Sang Kakek Hanya Akui Ais Bocah Korban Bom Bunuh Diri Keluarganya Sebagai Cucu, tapi Ibunya Tidak

4. Bersahabat dan ramah

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved