Breaking News:

Mutiara Ramadhan

Puasa Ramadhan Rasulullah

Rasulullah SAW langsung menyiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadhan berikutnya.

Editor: fitriadi
Tribunnews.com
KH Cholil Nafis 

Ketika hendak memasuki bulan Ramadhan, Rasulullah menyampaikan khotbah pada hari terakhir bulan Sya'ban.

"Wahai manusia telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah, di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa-Nya wajib, dan qiyamul lail-Nya sunnah. Siapa yang mendekatkan diri dengan ibadah sunnah maka seperti mendekatkan diri dengan ibadah wajib di bulan yang lain. Siapa yang melaksanakan ibadah wajib maka seperti melaksanakan 70 kewajiban di bulan lainnya."

Baca: Atur Menu Sahur dan Buka Puasa Agar Tubuh Tak Lemas Sepanjang Hari

Rasulullah menyebut Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan balasannya adalah surga. Ramadhan adalah bulan solidaritas, dan bulan ditambahkan rezeki orang beriman.

Siapa yang memberi makan orang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang-orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun.

Sahabat berkata, "Wahai Rasulullah SAW, tidak semua kita dapat memberi makan orang yang berpuasa."

Rasulullah bersabda, "Allah SWT memberi pahala kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan satu biji kurma atau seteguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan dimana awalnya rahmah (kasih sayang), tengahnya maghfirah (maghfirah), dan akhirnya pembebasan dari api neraka. (HR Ibnu Huzaimah).

Begitu mulia bulan Ramadhan dan kesempatan emas bagi umat sehingga Nabi SAW perlu mengingatkan agar tak menyia-nyiakan kesempatan untuk meraih ampunan, rezeki, dan pembebasan dari api neraka.

Perlu mengisi Ramadhan dengan berbagai macam ibadah mahdhah (vertikal) seperti menjaga ucapan, organ tubuh dan hati dari maksiat, seraya melaksanakan ibadah yang berefek sosial kemasyarakatan (horizontal/muta'addiyah) seperti berbagi untuk berbuka dan bersedekah.

Baca: Billy Syahputra Puasa Tanpa Olga Ibarat Sayur Kurang Garam

Tekat untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan harus dilakukann melalui niat di malam harinya. Berbeda dengan ibadah puasa Sunnah yang bisa diniatkan di pagi hari sebelum masuk waktu zhuhur.

Oleh karen itu Rasulullah sangat menganjurkan (sunnah muakkadah) untuk makan sahur dan niat di malam harinya. Rasulullah bersabda, "Bersahurlah kalian, karena sahur mendatangkan barakah." (HR. Ahmad). (*)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved