Senin, 27 April 2026

Pesan Ramadhan Donald Trump Gegerkan Umat Muslim Dunia, Begini Isinya?

Ikut menyambut bulan Ramadhan dan menggelar buka puasa telah menjadi kebiasaan Gedung Putih.

Editor: M Zulkodri
nbcnews.com
Donald Trump 

BANGKAPOS.COM - Ikut menyambut bulan Ramadhan dan menggelar buka puasa telah menjadi kebiasaan Gedung Putih.

Sayangnya, selama masa pemerintahan Donald Trump, kebiasaan baik tersebut tampak berubah.

Ramadhan tahun lalu, Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri menolak tradisi buka puasa bersama.

Tetapi, Selasa (15/5), Gedung putih merilis sebuah pernyataan dengan nada yang sangat berbeda.

Dilansir Grid.ID dari Washington Post, pernyataan tersebut berisi bahwa libur puasa selama sebulan di mulai pada minggu ini.

"Gedung Putih menyatakan bahwa keberadaan umat Muslim menambah permadani agama kehidupan Amerika oleh sebab itu libur selama liburan akan dimulai pada minggu ini," begitu bunyi pesan tersebut.

Baca: Inilah 5 Organisasi Pemberontak yang Disebut-sebut Paling Kaya di Dunia, Satu Diantaranya ISIS

"Bersama Departemen Luar Negeri, Gedung Putih menyatakan akan menjadi tuan rumah iftar atau buka puasa pada awal Juni," ujar Ray Mahmood, seorang pengembang property Muslim terkemuka yang telah lama terlibat dalam diplomasi antar agama di wilayah D.C.

Mahmood menambahkan bahwa pemerintah telah mengabulkan salah satu permintaan umat Muslim di Amerika Serikat.

"Setidaknya Presiden di Gedung Putih iini bisa menunjukkan toleransi dan penerimaan," katanya.

Wakil sekretaris pers Gedung Putih, Lindsay Walters mengatakan pada Rabu (16/5) bahwa hingga saat ini belum ada update terbaru soal pesan tersebut.

Gedung Putih
Gedung Putih ()

Diketahui, hubungan antara sebagian besar Muslim Amerika dan Trump memburuk sejak masa pencalonannya.

Kala itu, Trump mengusulkan melarang keberadaan umat Muslim di Amerika Serikat sebagai tindakan pengamanan terhadap terorisme.

Baca: Wanita Lihat 3 Pemuda Dekati Gelandangan, Kejadian Selanjutnya Tak Terduga Bikin Menangis

Pada 2016, ia mulai menganjurkan aksi pengintaian Masjid.

Sebagian besar simpatisan Partai Republik mendukung proposal Trump.

Akan tetapi, pada pemungutan suara, mayoritas orang Amerika berpikir bahwa kebijakan Trump telah merugikan umat Islam.

Menurut penuturan beberapa pihak yang turut andil dalam perencanaan, Gedung Putih akan menggelar iftar pada 6 Juni.

Para tamu undangan adalah beberapa pemimpin Muslim AS dan duta dari negara-negara dengan populasi umat Islam yang besar. (*)

Artikel ini telah tayang di grid.id dengan judul Pesan Ramadhan Donald Trump Gegerkan Umat Muslim Dunia

 

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved