Breaking News:

Mutiara Ramadhan

Ramadhan Bulan Al-Quran

Ramadhan disebut bulan Al-Qur'an karena Allah SWT menurunkannya sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke langit bumi pada malam 25 Ramadhan.

Editor: fitriadi
Tribunnews.com
KH Cholil Nafis 

Orang mukmin yang tak rajin membaca Al-Qur'an bagai buah kurma yang tak ada aromanya meskipun rasanya manis.

Hadits ini menunjukkan Al-Qur'an adalah buku pedoman manusia yang menjadi panduan dalam menjalankan hidup yang baik di dunia dan selamat di akahirat. Al-Qur'an bagi muslim ibarat buku panduan (manual book).

Jika diumpamakan kepada mobil atau alat elektronik, barang itu akan baik dan awet makanala penggunaannya mengikuti buku panduannya.

Namun bagi muslim tak cukup hanya hidup sesuai petunjuk Al-Qur'an tapi juga sangat dianjurkan terus membaca Kitab Suci karena membacanya selalu mengalirkan pahala dan rahmat-Nya.

Perintah membaca

Oleh karena itu, perintah membaca menjadi ayat Al-Qur'an dalam ayat dan surat pertama yang turun secara berangsur kepada Rasulullah SAW di Gua Hira'.

Saat itu turun perintah kepada Rasulullah untuk membaca meskipun Nabi SAW tak bisa membaca (ummi).

Artinya membaca itu adalah jendela pengetahuan dan panduan untuk menjadi khalifah Allah di muka bumi.

Namun membaca untuk mendapat ilmu pengetahuan saja takcukup, karenanya harus dibarengi dengan menyebut nama Allah sebagai landasan dari ilmupengetahuan.

Membaca dan menyebut namaAllah SWT adalah satu kesatuan yang tak dapatdipisahkan.

Keduanya bagai dua sisi matauang. Orang yang membaca saja tanpa ingat kepada Allah SWT seringkali bersikap sombong karena ilmu yang diperolehnya.

Baca: Inilah Keutamaan 10 Hari Pertama Puasa, Sayang Kalau Disia-siakan

Demikian juga orang yang hanya mengedepankan keimanan tanpa dilandasi oleh pengetahuan yang cukup tentang ilmu agama acapkali mendatangkan kefanatikan membuta.

Membaca Al-Qur'an yang disertai dengan mengkaji kandungan isinya berarti telan mempelajari dasar-dasar darisemua disiplin ilmu. Sebab seluruh cabang ilmu telah dibicarakan oleh Al-Qur'an secara global.

Selanjutnya, kajian Al-Qur'an dikombinasi dengan kajian Hadits Nabi SAW sebagai penjelas terhadap arti dan kandungan Al-Qur'an, ditambah dengan menelaah pendapat serta penelitian para ulama muslim terdahuludari masa ke masa. Semua ini momentumnya ada pada bulan Ramadhan. (*)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved