Jadi Organisasi Teroris Terkaya, Ternyata ISIS Dapat Dana Dari Sini

Sudah bukan rahasia lagi jika ISIS adalah salah satu kelompok teror paling terkenal di dunia.

Jadi Organisasi Teroris Terkaya, Ternyata ISIS Dapat Dana Dari Sini
Warta Kota/Feryanto Hadi
Bendera ISIS dipasang orang tidak dikenal di pagar depan Mapolsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (4/7/2017) pagi. 

BANGKAPOS.COM - Sudah bukan rahasia lagi jika ISIS adalah salah satu kelompok teror paling terkenal di dunia.

Namanya begitu menggema sebagai kelompok terror yang meresahkan sekaligus menebar ancaman di berbagai negara setelah sekelompok serangan teror muncul dan diklaim adalah salah satu dari tindakan mereka.

Sebagai kelompok teror paling berbahaya dan berpengaruh secara Internasonal, rupaya ISIS memiliki jumlah kekayaan yang sangat fantastis.

Kelompok yang dipimpin oleh Abu Bakar al-Baghadadi telah berkembang sangat cepat dan juga memperoleh kekayaanya dengan cara cepat.

"Mereka menggunakannya untuk membayar gaji para pejuang dan sampai batas tertentu untuk mengatur kekhalifahan dan membayar pegawai sipil," menurut laporan intelijen AS.

Selain itu dinyatakan bahwa kelompok itu akan mengirim uang kepada para pejuang ISIS yang selamat yang terlibat dalam pertempuran.

Seluruh organisasi memiliki sekitar 20.000 hingga 31.000 pejuang, sesuai dengan data intelijen AS.

Sebuah situs The New Worth Celebrity, kemudian melaporkan soal kekayaan yang dimiliki ISIS sekitar 2 Milliar Dollar As (Sekitar Rp28 Triliun).

Lalu dari manakah mereka memperoleh uang sebanyak itu?

Rupanya jumlah tersebut adalah hasil dari penjualaan minyak mentah yang menghasilkan 1,5 Juta Dollar AS (sekitar Rp 2 Millar).

Namun masih banyak sumber penghasilan lain yang membuat mereka kaya raya, mereka mengumpulkan 20 % pajak penghasilan atas lebih dari 10 juta penduduk, 40 persen kendali produksi gandum Irak, dan hampir 46 juta Dollar AS (Rp 640 Milliar) untuk tebusan dari kasus penculikan setiap tahun.

Mungkin banyak sumber penghasilan mereka, tetapi minyak adalah sumber pendapatan utama kelompok teroris ini.

Halaman
12
Editor: Evan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved