Konvoi Takbiran Keliling di Malam Idul Fitri di Kota Solo Dilarang, Ini Saran Kapolresnya

Kegiatan takbiran keliling di malam sebelum Hari Raya Idul Fitri dilarang di Kota Solo.

TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo (tengah) diwawancara dalam rilis kasus narkotika di Mapolresta Solo, Senin (21/5/2018) siang. 

BANGKAPOS.COM - Kegiatan takbiran keliling di malam sebelum Hari Raya Idul Fitri dilarang di Kota Solo.

Larangan tersebut disampaikan oleh Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, dalam rapat koordinasi lintas sektoral membahas persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri 2018, di Aula Mapolresta Solo, pada Senin (21/5/2018) pagi.

Rapat dihadiri oleh Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, Ketua DPRD Solo, Teguh Prakosa, Ketua Pengadilan Negeri Solo, Dwi Utomo, Dandim 0735/Solo, Letkol Inf Ali Akhwan, hingga Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno.

Serta perwakilan instansi lainnya seperti PT Kereta Api Indonesia, UPT Terminal Tirtonadi, PT Jasa Marga Solo Ngawi, sampai Hiswana Migas.

Baca: Pria Tak Dikenal Sholat di Tengah Jalan Jadi Tontonan Warga, Saat Polisi Datang Ini yang Terjadi

Adapun Kapolresta beralasan, tak ingin menambah suasana ramai kota lantaran macet terjadi di jalanan Kota Solo.

"Saya harap malam takbiran keliling ga ada," kata dia.

Menurutnya juga, warga dianjurkan untuk menggelar takbiran di masing-masing masjid.

Tanpa menggelar konvoi di jalanan yang berpotensi juga terjadinya gesekan antar kelompok.

"Saya kira akan lebih khusyuk (jika takbiran di masjid," ucapnya.

Selanjutnya, ia akan menginstruksikan pejabat di jajarannya untuk berkoordinasi dengan pemuka agama dan yang berkepentingan untuk memahami hal tersebut.

Pasalnya, kata dia, Kota Solo diprediksi lonjakan arus mudik Lebaran akan terjadi mulai H-2 Hari Raya Idul Fitri.

Baca: Dikabarkan Putus dengan Rabbani Zaki, Aurel Hermansyah Keciduk lagi Video Call Sama Cowok Ini

Pihaknya juga telah mempersiapkan diri dalam Operasi Ketupat Candi 2018 yang akan berlangsung mulai 7-24 Juni 2018.

Operasi dengan menyiagakan 958 personel terdiri dari 400 personel Polresta Solo, petugas instansi terkait 378, dan Brimob 100 personel.

Keseluruhannya akan berjaga di pos kemanaan tersebar di Solo selama 24 jam. (*)

(TribunSolo.com, Chrysnh Pradipha)

Editor: zulkodri
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved