Breaking News:

Pimpinan PLN Manggar Tidak Hadir Rapat, Ketua DPRD Beltim Kecewa

Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur, Tom Haryono Harun menyayangkan Pimpinan Unit PLN Manggar tidak hadir dalam rapat dengar pendapat di DPRD Beltim

Bangka Pos / Suharli
Ketua DPRD Beltim, Tom Haryono 

Laporan Wartawan Pos Belitung Suharli

BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR -Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur, Tom Haryono Harun mengaku kecewa dengan pimpinan PLMN Manggar.

Pasalnya Pimpinan Unit PLN manggar tidak hadir dalam rapat dengar pendapat di DPRD Beltim soal tentang permasalahan lampu penerangan jalan umum (PJU), Senin (21/5/2018).

Padahal rapat tersebut untuk mengetahui sekaligus membahas keluhan masyarakat tentang masalah lampu jalan.

Sebelumnya DPRD Beltim memanggil pimpinan Unit PLN dan Dinas perhubungan selaku OPD yang mengurusi PJU.

"Saya sayangkan mereka (pimpinan PLN) tidak hadir. Saya mau momen ini bukan hanya sekedar disampaikan atau akan disampaikan (kepada pimpinan) tetapi saya minta kejelasan dan saya tidak mau seperti itu," ungkap Tom Haryono kepada Posbelitung.co, Senin (21/5/2018)

Tom Haryono menjelaskan, rapat dengar pendapat sebenarnya ingin mengambil keputusan antara pihak PLN dengan Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan selaku OPD yang mengurusi PJU.

Permasalahannya adalah banyak lampu jalan dalam kondisi padam di malam hari.

Saat ini masyarakat khususnya umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa ramadhan dan rangkaian ibadah lainnya seperti sholat tarawih maupun tilawah.

"Sekarang ini kan dalam rangka menghadapi bulan suci ramadhan, kegiatan masyarakat lebih banyak di masjid atau mushola dan sebagainya. Jadi mereka itu merasa terganggu banyaknya PJU yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Banyaklah yang melapor, baik langsung ke saya atau kawan-kawan lainnya," ucap Ketua DPRD Beltim.

Tom Haryono mengaku sebelumnya telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan yang intinya meminta tolong walaupun tidak ada rapat dengar pendapat, agar segera menyelesaikan masalah ini.

"Saya minta kepada Dishub dan PLN bersinergi. Yang jelas saya tahu-nya masyarakat tidak terganggu saat akan beribadah di malam hari. Bagi Kepala Desa segera laporkan pada Camat-Camat, mana yang jadi tugas dan tanggungjawab PLN segera tindak lanjuti dan mana yang menjadi bagian tugas Dishub segera diganti. Saya maunya dalam waktu singkat, segera (lampu) hidup sehingga tidak mengganggu masyarakat," ulas Tom. (*)

Penulis: Suharli
Editor: M Zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved