Sulaiman Bocoh Asal Desa Terentang Koba Penderita Leukimia ini, Memerlukan Bantuan Dermawan

Sulaiman Riduansyah bocah empat tahun ini terlihat terbaring lemas di pembaringan, kamar anak ruang Strawbery RSUD Bangka Tengah

bangka pos/riki
Sulaiman Riduansyah bocah empat tahun ini terlihat terbaring lemas di pembaringan, kamar anak ruang Strawbery RSUD Bangka Tengah, Senin (21/5/2018) siang. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Sulaiman Riduansyah bocah empat tahun ini terlihat terbaring lemas di pembaringan, kamar anak ruang Strawbery RSUD Bangka Tengah, Senin (21/5/2018) siang.

Secara fisik, bocah penderita Leukimia ini tampak ceria, padahal didalam tubuh sang anak sedang sakit, sedikitnya ia membutuhkan delapan kantung trombosit untuk memulihkan kembali tubuhnya.

Sakit yang Sulaiman derita telah lama ia alami sejak 2016 lalu. Namun sejak dua minggu terakhir ini, ayah Sulaiman pusing bukan kepalang, melihat kondisi anaknya yang kembali ngedrop, gejala batuk, panas dan badan kebiru biruan terjadi pada anak bungsu dari tiga bersaudara ini.

"Ia mulai ngedoprnya dua minggu ini, awalnya batuk panas, biru biru dibadan, sudah berobat ke dokter sudah belasan kali, awal sempat di rujuk di Rumah Sakit di Jakarta, untuk menjalankan kemoterapi selama dua tahun, hingga saat ini masih perlu lima kali lagi ke Jakarta, jadwalnya 28 Mei ini harus segera berangkat,"ujar M Riduansyah didampingi istrinya, Amini, kepada wartawan di ruang Strawbery RSUD Bangka Tengah.

Ditemui, sedang menyuapi makan anak bungsunya itu, Riduan terlihat sabar dan tegar, walaupun tersirat dari raut wajahnya beban berat yang harus ia pikirkan.

"Waktu ia di periksa minggu lalu kondisi trombosit sampai 2000, dan HB 5,5 , saran dokter di rujuk ke Palembang sedang ke Jakarta saja belum habis,"keluhnya sambil memegang sendok nasi menyuapi sang anak.

Sambil terus bercerita Riduan khwatir ketika melihat kondisi anaknya yang perlu mendapatkan kemoterapi atau penambahan trombosit, sedangkan biaya untuk itu tidak ada saat ini.

"Saya kerjanya serabutan, lah seminggu ini, walau sebagian ada di tanggung oleh BPJS, tetapi harus dibawa ke Jakarta setiap lima minggu sekali dengan biaya Rp 5 juta," keluarga yang berasal dari Desa Terentang, Kecamatan Koba ini

"Ada biaya sebagian yang ditanggung oleh BPJS, tetapi untuk membeli trombosit biaya sendiri, pernah membelinya di PMI Mentok, Rp 607.000 satu kantongnya, kebutuhanya saat dia ngedrop saja, selama dua tahun tidak seperti ini, tetapi baru kali inilah, ia butuhkan 8 kantong lagi," ujarnya.

Lanjut cerita ia mengatakan, sakit yang diderita oleh anaknya bisa disembuhkan tergantung dari pengobatan yang rutin.

"Ada kemungkinan bisa sembuh tergantung pengobatan dan nasiplah, menurut dokter ini sakit leukimia tahap awal bukan yang parah. Tetapi melihatnya kondisinya seperti ini, harus secepatnya dibawa ke Jakarta karena disini mencari trombosit susah, adanya di RS Gatot Subroto, disitu ada terus,"ucapnya

Dengan kondisi yang ia alami, Riduan mengaku setiap tahunya ia mendapatkan bantuan dari bagian Kesra Pemkab Bateng dan Baznas Bateng yang telah sedikit meringankan beban untuk berobat anaknya.

Namun bantuan itu dirasakan kurang, sehingga ia mengharapkan bantuan para dermawan yang berminat membantu Sulaiman anak penderita Leukima, dengan menghubungi nomer handphone Riduan +6282374093731.

Penulis: Riki Pratama
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved