Walhi, Stisipol dan Jatam Gelar FGD Tata Kelola Tambang Timah

Nampaknya perubahan kebijakan pertambangan yang dilakukan oleh pemerintah selama periode otonomi daerah belum mampu

Walhi, Stisipol dan Jatam Gelar  FGD Tata Kelola Tambang Timah
ist/stisipol pahlawan 12
Focus Group Discussion (FGD) terkait tata kelola timah Bangka Belitung, Senin (21/5/2018) di Graha STISIPOL Pahlawan 12. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Babel bersama STISIPOL Pahlawan 12 dan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) terkait tata kelola timah Bangka Belitung, Senin (21/5/2018) di Graha STISIPOL Pahlawan 12.

Peserta FGD adalah para akademisi, praktisi dan NGO nasional. Dari kalangan akademisi, turut hadir Dwi Haryadi, Reko Dwi Saputra dan Nizwan Zukhri dari Universitas Bangka Belitung, sedangkan akademisi STISIPOL Pahlawan 12 ada Darol Arkum.

Sementara, dari NGO dihadiri oleh Ratno Budi (Direktur Walhi Babel), Merah Johansyah (Koordinator JATAM Nasional), Ibrahim Zuhdi Badoh (The Asia Foundation) dan Raynaldo G Sembiring (Indonesia Center for Environmental Law).

FGD yang berjalan selama lima jam tersebut bertujuan untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak terkait dengan tata kelola timah di Bangka Belitung.

Ada beberapa pandangan yang dikupas oleh para akademisi dan praktisi, mulai dari aspek lingkungan, aspek hukum, aspek ekonomi, hingga aspek kebijakan.

Ketua STISIPOL Pahlawan 12 Darol Arkum, mengapresiasi FGD yang digagas oleh WALHI bisa terselenggara di Kampus Sosial Politik, apalagi dengan menghadirkan beragam narasumber dari pusat yang sebagian sangat concern dengan tambang dan lingkungan.

Darol memaparkan dalam sesi diskusi, ada fenomena menarik yang dikemukakan ilmuwan sosial terkait "Kutukan Sumber Daya Alam".

"Negara-negara dengan berkelimpahan dengan sumberdaya alam seperti minyak dan gas, performa pembangunan ekonomi dan tata kelola pemerintahan (good governencae) kerap lebih buruk dibandingkan dengan negara-negara yang sumber daya alamnya lebih kecil," ungkap Darol melalui rilis yang dikirimkan pihak STISIPOL kepada bangkapos, Selasa (22/5/2018).

Hasil riset yang dilakukan oleh Dosen STISIPOL Pahlawan 12 ini menunjukkan bahwa prestasi pembangunan provinsi yang dikenal dengan penghasil timah dunia ini tidak terlalu baik dari sisi indikator pembangunan ekonomi.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved