Pemkot Bahas Pembangunan Musala di Perumahan Tanjung Bunga

Pjs Walikota Pangkalpinang, Dr Asyraf Suryadin memimpin rapat rencana pembangunan musala di lahan aset milik Pemkot Pangkalpinang

Pemkot Bahas Pembangunan Musala di Perumahan Tanjung Bunga
Bangka Pos/Edwardi
Pjs Walikota Pangkalpinang, Dr Asyraf Suryadin memimpin rapat rencana pembangunan mushola di lahan aset milik Pemkot Pangkalpinang di kawasan Perumahan Taman Tanjung Bunga Cluster Mawar yang di ruang rapat Kantor Walikota Pangkalpinang, Kamis (24/05/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pjs Walikota Pangkalpinang, Dr Asyraf Suryadin memimpin rapat rencana pembangunan musala di lahan aset milik Pemkot Pangkalpinang di kawasan Perumahan Taman Tanjung Bunga Cluster Mawar yang di ruang rapat Kantor Walikota Pangkalpinang, Kamis (24/5/2018).

Syafrudin, Kabid Aset Bakeuda Kota Pangkalpinang menjelaskan persoalan rencana pembangunan musala ini sudah muncul sejak tahun 2016 lalu, karena terjadi perbedaan pemahaman di masyarakat sehingga sampai saat ini belum terbangun.

"Intinya pihak pengembang perumahan ingin menyerahkan seluruh fasum dan fasos yang ada di tiga kompleks perumahan yaitu Taman Kota, Bangka Pos dan Tanjung Bunga Cluster Mawar," kata Syafrudin.

Ditambahkannya semua aset itu sudah diserahkan ke Pemkot Pangkalpinang bulan Maret 2017 antara pihak pengembang perumahan kepada Walikota Pangkalpinang, Irwansyah.

"Dengan sudah diserahkannya aset ini ke Walikota Pangkalpinang sehingga sudah menjadi aset milik Pemkot Pangkalpinang," tegasnya.

Dilanjutkannya, untuk fasum dan fasos di dua perumahan Taman Kota dan Bangka Pos tidak ada permasalahan disitu sudah ada masjid dan sudah digunakan masyarakat.

"Untuk perumahan Tanjung Bunga memang musala belum ada, dimana baru ada lapangan futsal dan taman. Kondisi tamannya saat ini dipenuhi semak-semak dan anak-anak juga enggan bermain di sana. Beberapa kali dilakukan diskusi dengan masyarakat yang ingin membangun mushola karena jarak ke masjid cukup jauh dan harus jalan memutar sehingga berinisiatif membangun mushola," jelasnya.

"Informasi masyarakat anggarannya juga sudah siap dari sumbangan donatur, saat ini tinggal meminta izin Pemkot Pangkalpinang bersedia atau tidak memberikan izin membangun musala disitu. Kalaupun nanti bangun mushola taan disitu tetap difungsikan sebagaimana semula untuk tempat bermain anak-anak," jelasnya.

Ditambahkannya, masyarakat meminta agar Pemkot memberikan hibah atas lahan itu. Namun untuk hibah membutuhkan proses dan persyaratan yang lengkap, seperti siapa yang menerima hibah harus jelas dan memiliki badan hukum atau yayasan.

"Kita sarankan  agar Pemkot sebaiknya melakukan pinjam pakai aset saja, ketika daerah itu masih berfungsi sebagai taman maka masih ada kewenangan DARI OPD terkait untuk mengurus itu," tukasnya.

Penulis: edwardi
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved